Isuzu Panther Akhirnya Resmi Dihentikan Produksinya

Berita Otomotif

Isuzu Panther Akhirnya Resmi Dihentikan Produksinya

JAKARTA – Isuzu Panther akhirnya resmi dihentikan produksinya oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).

Hal ini disampaikan disela-sela konfrensi pers Isuzu siang hari tadi. Mobil yang sudah hadir di Indonesia sejak 1991 ini telah terjual sebanyak 433.117 unit baik. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari tipe minibus dan pick up.

Meski sudah dihentikan produksinya, pelanggan Isuzu Panther tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan suku cadang. IAMI menegaskan bahwa pihaknya akan terus menyediakan suku cadang sehingga pelanggan tidak perlu khawatir kesulitan dalam melakukan perawatan.

“Kewajiban perusahaan untuk menyediakan sparepart adalah hingga 8 tahun setelah produk dihentikan produksinya. Namun, ini berlaku hukum ekonomi dimana ada permintaan maka kami akan tetap menyediakan. Jadi bisa lebih dari 8 tahun,” terang Attias Asril, Marketing Division Head IAMI.

Ia pun menambahkan bahwa kini Isuzu akan lebih berfokus untuk menggarap kendaraan komersial di Indonesia. Sementara untuk mobil penumpang, IAMI hanya akan mengandalkan Isuzu Mu-X yang duduk sebagai medium SUV.

Keputusan dihentikannya produksi Isuzu Panther ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya, sebelumnya sudah beredar informasi dihentikannya produksi Isuzu Panther dan bahkan beredar foto yang menunjukkan karyawan pabrik Isuzu mengucapkan selamat tinggal.

Sejarah Singkat Isuzu Panther

Isuzu Panther
Isuzu Panther sendiri sebenarnya merupakan kendaraan yang cukup melegenda di Indonesia. Model ini sendiri pertama kali dijual di Indonesia sejak 1991. Dengan model kotak proporsional yang khas, MPV ini mengusung mesin diesel 2200 cc OHV indirect injection. Dan selang beberapa tahun, muncul mesin dengan sistem direct injection.

Terkenal tangguh, irit BBM, mudah dan murah perawatan, Isuzu Panther terus tumbuh serta semakin diminati masyarakat di indonesia. Populasinya juga semakin berkembang berkat kehandalannya melibas berbagai macam kondisi jalanan.

Memasuki era 2000-an, Rajanya Diesel ini kemudian bertransformasi kebentuk lebih modern atau yang dikenal dengan Panther kapsul. Dan kemudian disusul dengan penggunaan mesin diesel turbo.

Pada era model kapsul, beberapa facelift terjadi hingga muncul generasi keempat pada tahun 2005. Dan sejak saat itu praktis tidak ubahan berarti. Paling-paling hanya terjadi facelift super ringan yang dilakukan pada interior dan oranamen eksterior hingga pintu belakang. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar