Isuzu Dukung Penundaan Penerapan Euro4 di Indonesia

Berita Otomotif

Isuzu Dukung Penundaan Penerapan Euro4 di Indonesia

JAKARTA - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) ) menyetujui langkah Pemerintah melakukan penundaan penerapan kebijakan Euro4.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia hendak menegakkan aturan Euro4 untuk kendaraan niaga di Indonesia pada April 2021. Namun sejak terjadinya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), pemerintah terpaksa menundanya.

Hal ini didasari pada turunnya ekonomi yang membuat pebisnis enggan untuk berinvestasi pada kendaraan niaga. Sebagai partner, Isuzu Indonesia tentunya menyadari bahwa hal ini memberatkan para pebisnis karena biaya investasi untuk penggantian seluruh armada tidak murah.

Meski demikian, PT Isuzu Astra Motor Indonesia selaku perusahaan manufaktur kendaraan niaga tetap mendukung aturan pemerintah pada penerapan implementasi Euro4 karena dalam jangka panjang akan meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia di level global.

“Isuzu Giga adalah medium truk pertama di Indonesia yang sudah menggunakan mesin commonrail serta ready Euro4. Saat ini kami juga sedang mempersiapkan segala sesuatunya dan saat implementasi berlangsung, seluruh ekosistem kami telah siap,” jelas Ernando Demily, Presiden Direktur PT IAMI.

Tak hanya Euro4

PT IAMI juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kendaraan agar tetap sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Salah satunya adalah semakin ditegakkannya aturan anti ODOL (Over Load, Over Dimesion) yang sempat ramai di awal tahun 2020.

Pasalnya penerapan aturan anti ODOL dari sudut padang pengusaha truk akan menambah beban operational dan tarif dasar logistik. Para pengusaha harus mencari cara untuk dapat mengefisienkan biaya kepemilikan dan operasional kendaraan niaga.

Padahal, regulasi anti ODOL sebenarnya bukanlah sebuah kebijakan baru. Dengan semakin tegasnya pemerintah mengatasi kendaraan niaga over load dan over dimensi justru mengindikasikan keseriusan pemerintah menciptakan ekosistem yang sehat untuk pebisnis maupun untuk keselematan pengendara di jalan raya.

Selain itu, ada juga kebijakan penggunaan bahan bakar bio diesel B30 di Indonesia. Kebijakan ini memunculkan kekhawatiran dari pengusaha terkait kondisi kendaraan niaga yang mereka gunakan. Untuk itu, Isuzu telah melakukan study serta penyesuaian. Isuzu menyatakan bahwa unitnya siap untuk menggunakan bahan bakar B30 selama tetap melakukan perawatan berkala.

“Sejak pemerintah mengatakan akan mengimplementasikan Euro4, maka kami segera bersiap diri. Begitu pula dengan kebijakan bahan bakar bio diesel B30, seluruh engineer kami di Indonesia bekerja sama dengan prinsipal kami di Jepang segera mempersiapkan produk yang sesuai,” pungkasnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar