Daihatsu Ayla Turbo Concept Punya Tantangan Tersulit dalam Pengembangannya

Berita Otomotif

Daihatsu Ayla Turbo Concept Punya Tantangan Tersulit dalam Pengembangannya

KARAWANG – Mengembangkan mesin untuk Daihatsu Ayla Turbo Concept ternyata menjadi tantangan bagi R&D Daihatsu Indonesia.

Dari semua pengembangan yang dilakukan, pengembangan mesin memang menghabiskan waktu cukup lama yaitu dua bulan. Kesulitan didapatkan karena R&D Daihatsu Indonesia berusaha semaksimal mungkin untuk tetap mempertahankan komponen asli dari mesin yang ada.

“Terus terang untuk bagian engine itu lumayan menjadi tantangan buat kami. Karena semaksimal mungkin kami masih menggunakan spek engine yang ada. Jadi kami harus melakukan banyak perhitungan disana,” tutur Soni Satriya, Design Engineering Division Research and Develoment Directorate ADM.

Tantangan tersulit kedua adalah adalah pada sisi body. Berbeda dibandingkan engine yang harus mempertahankan mesin asli, tantangan pada body body justru karena mereka harus membuat segala sesuatunya dari nol.

“Kalau body tantangannya adalah kami harus membuat cetakan dan sebagainya. Itu yang membuatnya lama. Total pengerkaannya juga tidak beda jauh dengan pengembangan engine yaitu selama dua bulan,” tambahnya.

Namun Ia mengaku bahwa ada beberapa yang tidak mereka lakukan. Salah satunya adalah melakukan perhutungan terkait aerodinamika kendaraan. Hal ini karena tidak dimilikinya fasilitas untuk melakukan pengembangan tersebut.

“Kami tidak menghitung aerodinamika karena memang tidak ada fasilitas wind tunnelnya. Tapi Daihatsu Ayla Turbo Concept sudah cukup memuaskan. Ini karena kami sudah mencoba mobil ini dengan kecepatan maksimal yaitu 160 km/jam, itu pun napasnya masih panjang, Jadi kalau bicara maksimal, ya itu masih bisa lebih kencang lagi namun tidak ada trek yang mengakomodasi,” pungkasnya.

Daihatsu Ayla Turbo Concept pertama kali diluncurkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 dan berhasil mendapat respon positif dari masyarakat. Pengembangannya dilakukan selama enam bulan dan menghabiskan dana sekitar Rp 500 juta. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar