Ini Tanggapan Pertamina terhadap Kasus SPBU Bungur

Berita Otomotif

Ini Tanggapan Pertamina terhadap Kasus SPBU Bungur

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menanggapi keluhan seorang konsumen, Beldy Risyan Hukom, yang mengaku dicurangi oleh SPBU Pertamina.

Melalui akun Facebook Beldy Risyan Hukom mengeluhkan, jika dirinya merasa dicurangi ketika tengah mengisi Pertamax di SPBU Pertamina, di Jalan Raya Bungur Besar nomor 103, RT 11/RW 1, Kemayoran, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10620.

Atas kejadian tersebut, Pertamina menindaklanjuti unggahan salah satu konsumennya tersebut. Dengan pengecekan kondisi di lapangan dan memantau CCTV yang dilakukan pihak Pertamina, berikut hasilnya:

  1. Pada hari Selasa (30/5) Pk. 15.30 WIB Sdr. Beldy Risyan Hukom (pengendara Motor Nmax) melakukan pembelian BBK jenis Pertamax di SPBU 34.106.04 di Jl. Bungur, Jakarta, pada Nozzle 16.2 sebanyak 4 Liter. Setelah selesai melakukan pembelian Pertamax, Sdr Beldy merasa takaran dari SPBU kurang. 
  2. Sdr Beldy melakukan komplain kepada operator, lalu diarahkan kepada Pengawas SPBU mengingat antrian pengendara motor yang cukup panjang. 
  3. Sdr Beldy meminta kepada pengawas agar tangki BBM motor dikuras untuk mengetahui jumlah BBM yang diisi kedalam motor. Pengurasan tangki BBM Motor dilakukan hanya menggunakan selang dengan cara disedot secara manual, sehingga BBM yang dikeluarkan tidak seluruhnya, karena tersisa 1 Bar berdasarkan permintaan Sdr Beldy untuk disisakan seperti kondisi awal sebelum dilakukan pengisian BBM. Kondisi BBM 1 Bar ini tidak dapat dipastikan berapa liter BBM yang tersisa secara akurat.  Sebagai informasi, kapasitas tangki kendaraan tersebut adalah 6,6 Liter.
  4. BBM yang dikuras ditampung di wadah, kemudian dihitung hanya dengan menggunakan Gelas Ukur. Volume diperoleh adalah sekitar 3 Liter. Setelah melakukan pengukuran tersebut, pengawas SPBU langsung mengganti kekurangan BBM dengan memberikan BBM dari Pertamax kemasan. Selesai mendapat penggantian, Sdr Beldy meninggalkan SPBU.
  5. Berdasarkan kejadian tersebut, tim Pertamina telah melakukan pengecekkan takaran seluruh volume Nozzle, pengecekkan mesin dispenser, pemeriksaan CCTV SPBU saat terjadi kejadian, Laporan Arus Minyak SPBU. Hasil pengecekkan takaran menunjukkan seluruh Nozzle di SPBU masih memenuhi standar toleransi Metrologi (0,5%) dan standar Pasti Pas (0,3%). Selain itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda modifikasi pada mesin dispenser. Dispenser tersebut sebelumnya sudah di-Tera oleh Dinas Metrologi.
  6. Dari seluruh konsumen pengendara motor yang melakukan pengisian BBM di SPBU tersebut, hanya Sdr. Beldy yang melakukan komplain. Padahal semua prosedur pengisian BBM telah dilakukan sesuai standar yang sama kepada semua konsumen.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, sangkaan Beldy tidak terdapat adanya indikasi kecurangan oleh pihak SPBU. Atas kejadian ini perusahaan milik negara tersebut menghimbau apabila ada keraguan dalam hal kepastian takaran, maka pengecekan yang dilakukan langsung dari dispenser ke Bejana Ukur /Eij Can yang telah di-Tera Metrologi, bukan dari tangki BBM motor.

Pengambilan BBM yang dilakukan secara manual (disebot) tidaklah akurat. Mengingat masih adanya BBM yang tersisa di dalam tangki dan tidak bisa tuntas disedot. Untuk informasi lebih lanjut, konsumen dapat menghubungi contact center Pertamina di nomor 1-500000 atau email ke pcc@pertamina.com. [Dew/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123        
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support