Strategi Pemeritah Atasi Kemacetan di Puncak

Berita Otomotif

Strategi Pemeritah Atasi Kemacetan di Puncak

JAKARTA – Kemacetan yang selalu terjadi di Puncak, Jawa Barat akhirnya mendapat perhatian khusus dari Kementerian Perhubungan.

Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan melibatkan berbagai pihak termasuk antropolog dan Sejarawan untuk membahas dan mencari solusi penanganan kemacetan di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan karena kemacetan di kawasan tersebut sudah terlalu pelik.

“Mengapa kita undang para Antropolog dan Sejarawan? karena berdasarkan suatu kajian bahwa apabila ada suatu persoalan yang begitu rumit seperti kemacetan di Puncak, maka antropolog dan sejarawan harus bicara atau dilibatkan untuk menyelesaikan,” jelas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menhub mengatakan, kompleksnya permasalahan kemacetan di kawasan Puncak tidak bisa hanya diselesaikan hanya dari sisi transportasi saja. Pasalnya, kemacetan hanyalah sebagian masalah yang terlihat sehari-hari

“Puncak itu ibarat fenomena gunung es dan persoalan transportasi hanyalah puncak gunung es dari masalah yang terlihat di kawasan ini,” ungkap Menhub.

Ini Strategi Pemeritah Atasi Kemacetan di Puncak
Ia pun menyatakan keinginannya untuk melakukan upaya jangka panjang agar dapat mengatasi kemacetan di Puncak, Jawa Barat secara permanen. Salah satunya adalah dengan memberikan subsidi untuk pelayanan angkutan jalan melalui skema Buy The Service (BTS).

“Bus di sana kita berikan subsidi. Dengan membangun angkutan massal berkapasitas besar, diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan baik angkot maupun kendaraan pribadi yang selama ini memadati kawasan puncak,” ungkap Menhub.

Hal ini sesuai dengan dengan hasil kajian yang dilakukan antara Kemenhub dan Institut Teknologi Bandung (ITB).  Kajian tersebut menyangkut beberapa aspek seperti aspek trasnportasi, aspek tata ruang, aspek finansial dan biaya. Salah satu usulan dari kajian ITB untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak yaitu penggunaan high occupancy vehicle seperti Bus.

“Ada beberapa instrumen kebijakan yang diusulkan oleh ITB, diantaranya penyediaan layanan shuttle bus, pembangunan jalan baru, penataan hambatan samping, penerapan ganjil genap, dan penggunaan kendaraan berokupansi tinggi, serta menerapkan eskalasi tarif parkir kendaraan pribadi dan perpindahan moda,” terang Polana B. Pramesti, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Berdasarkan data dari BPTJ, sejak tahun 1970-an Puncak bertransformasi menjadi suatu kawasan yang diminati oleh masyarakat dan semakin digemari karena banyak hotel, tempat makan, udara sejuk. Demand yang terus bertumbuh menjadi beban kawasan Puncak. Salah satu dampak yang paling nampak adalah sering terjadinya kemacaten kronis di setiap akhir pekan maupun pada saat libur panjang. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar