Indonesia Bercita-Cita Punya 1.000 Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik pada 2025

Berita Otomotif

Indonesia Bercita-Cita Punya 1.000 Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik pada 2025

JAKARTA - Indonesia ditargetkan untuk memiliki ribuan stasiun pengisian daya mobil listrik enam tahun dari sekarang.

Pemerintah, dalam paparan presentasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam diskusi sol mobil listrik pada akhir pekan lalu, ingin membangun 1000 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada 2025. Kemudian, pada 2050, jumlah SPKLU tersebut bertambah menjadi sekitar 10 ribu di seluruh Nusantara.

Rida Mulyana, Direktur Jendral Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, menyatakan bahwa salah satu tugas mereka adalah menentukan spesifikasi SPKLU tersebut. Hal ini sudah dibicarakan dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan ia berjanji kepada para pabrikan dan konsumen bahwa spesifikasinya bakal sesuai dengan standar internasional.

“Artinya kalau kita impor CBU dari Jepang, Jerman, atau mana pun, kurang-lebih colokannya akan sama dengan yang diterapkan di negara asal impor,” ucap dia.

Adapun tempatnya bisa di mal, rest area jalan tol, perkantoran swasta maupun pemerintah, plus Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Namun, SPBU yang menjadi lokasi SPKLU, kata Rida, harus punya luas tertentu demi kenyamanan dan keselamatan karena di tempat itu terdapat bahan bakar minyak.

Sekadar mengingatkan, pemerintahan Presiden Joko Widodo ingin mempromosikan mobil listrik dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai yang ditandatangani pada 8 Agustus. Isinya antara lain 17 insentif fiskal maupun non-fiskal plus pembolehan impor utuh mobil listrik dalam kuota dan jangka waktu terbatas, asalkan punya komitmen investasi fasilitas perakitan lokal.

Pemerintah sudah pula membuat peta jalan (road map) industri mobil listrik Indonesia. Pada 2025, produksi mobil-mobil listrik baik yang berteknologi hybrid maupun 100 persen terelektrifikasi ditargetkan mencapai 20 persen dari total produksi mobil nasional dengan perkiraan volume 400 ribu unit.

Beberapa pabrikan otomotif, menurut Kementerian Perindustrian, sudah memberitahukan rencana investasi terkait mobil listrik. Ada, misalnya saja, Toyota - Daihatsu maupun Hyundai.

Soal produknya, baru sedikit pabrikan yang memberikan informasi. Di antaranya adalah Nissan yang sudah memastikan ingin meluncurkan Leaf pada 2020.

Toyota juga telah membeberkan rencana menjual mobil hybrid murah di Nusantara di masa mendatang, tapi spesifik menyebutkan model serta waktu. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar