Incar Konsumen Tajir, Peugeot Santai BBN-KB Jakarta Naik

Berita Otomotif

Incar Konsumen Tajir, Peugeot Santai BBN-KB Jakarta Naik

JAKARTA – Astra Peugeot mengaku tak terlalu khawatir terhadap dampak kenaikan Bea Balik Nama – Kendaraan Bermotor (BBN-KB) terhadap penjualan mobil-mobil mereka.

Sekadar mengingatkan, pada 11 November 2019 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2019. Isinya adalah kenaikan BBN-KB di Ibu Kota dari 10 persen menjadi 12,5 persen efektif berlaku sebulan setelah regulasi keluar, atau 11 Desember mendatang.

Beberapa pabrikan sudah menanggapi hal ini dengan pernyataan yang bervarian. Daihatsu mengatakan akan menaikkan harga pada saat BBN-KB naik, begitu pula dengan Mitsubishi. Toyota menilai kebijakan tersebut tidak tepat di tengah lesunya pasar mobil nasional.

Komentar terkini datang dari Peugeot. Fredy Jeo, Head of Sales PT. Astra International – Peugeot Sales Operation (AI – PSO), mengatakan bahwa pihaknya pasti akan mengikuti peraturan pemerintah. Tapi, ia tidak secara gamblang mengatakan akan menaikkan harga 2,5 persen sesuai persentase kenaikan BBN-KB.

“Untuk naikkan harga saya belum bisa jawab saat ini. Tapi itu akan kami atur dalam strategi kami,” ujarnya diplomatis dalam wawancara pada Senin (18/11/2019) di Menara Astra, Jakarta.

Peugeot sendiri mengaku tidak cemas. Menurut dia, target konsumen mereka yang kini menjurus ke segmen premium tidak terlalu sensitif terhadap hal-hal seperti ini.

“Untuk segmen premium sangat sedikit, lah, terganggu. Mungkin kalau bukan segmen kami (segmen mobil relatif terjangkau) akan terganggu lumayan banyak. Tapi, di segmen premium menurut pengalaman saya sedikit, lah, ya,” aku Fredy lagi.

Sekadar mengingatkan, Peugeot mulai 2018 melakukan penataan ulang lini produk. Karena itu, model yang mereka jual saat ini hanya lah sport utility vehicle (SUV) 3008 dan 5008.

Pada 2019, merek mobil asal Prancis tersebut mengumumkan perombakan manajemen, juga soal perubahan target konsumen. Saat ini, Peugeot mengincar konsumen yang ingin naik kelas dari mobil Jepang ke mobil Eropa.

Menurut riset internal, ada ceruk kosong di antara mobil termahal milik merek-merek Jepang dengan mobil entry-level keluaran merek-merek premium Eropa. Meski pasarnya cenderung kecil, tapi pemainnya tidak banyak. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support