Ilmuwan Ajari Tikus Menyetir Mobil-Mobilan, Lihat Hasilnya

Berita Otomotif

Ilmuwan Ajari Tikus Menyetir Mobil-Mobilan, Lihat Hasilnya

VIRGINIA - Tikus ternyata bisa juga mengoperasikan mobil-mobilan.

Manusia memang sudah diketahui bukan satu-satunya spesies yang bisa mengendarai mobil. Beberapa tahun lalu, misalnya, seekor anjing di Selandia Baru berhasil diajari cara menyetir mobil.

Kini diketahui bahwa tikus pun punya kemampuan mengendarai mobil, meski bukan mobil dengan mekanisme seperti yang dikendarai manusia. Ini terungkap setelah sekelompok ilmuwan di Universitas Richmond, Virginia, Amerika Serikat berhasil mengajari kawanan tikus mengemudikan sebuah kendaraan mungil.

Eksperimen, seperti dikutip dari pemberitaan Carscoops baru-baru ini, melibatkan enam tikus betina serta 11 tikus jantan yang ditempatkan di semacam arena kecil. Di dalamnya juga terdapat sesuatu yang para ilmuwan sebut ‘kendaraan khusus tikus’ (rat operated vehicle (ROV).

Akademisi-akademisi Universitas Richmond lalu melatih hewan-hewan pengerat ini mengarahkan tuas tembaga di dalam ‘kabin’ untuk mendorong kendaraan maju. Hadiah yang menanti di arena adalah makanan sereal. Seiring semakin mahirnya para tikus, arena diperluas secara perlahan hingga akhirnya menjadi 3,9 meter persegi.

Tuas tembaga yang digunakan di ROV sendiri bekerja dengan mengirimkan arus listrik yang menjadi tenaga. Jika tikus mengarahkan tuas ke kanan, maka kendaraan akan mengarah ke sana. Demikian pula sebaliknya.

“Mereka telah belajar menavigasikan mobil secara unik dan memahami pola mengemudi yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya hingga akhirnya sampai ke hadiah (makanan). Saya percaya tikus lebih pintar dari anggapan masyarakat selama ini dan kebanyakan binatang pun lebih cerdas dari perkiraan kita, dengan cara yang unik,” papar Kelly Lamberts, profesor di bidang behavioral neuroscience Universitas Richmond.

Hal lain yang tak kalah menarik, eksperimen menunjukkan bahwa tikus-tikus itu menjadi lebih rileks setelah belajar mengemudi. Ini disimpulkan dengan mengukur hormon corticosterone yang menandakan stres serta dehydroepiandrosterone yang meredam stres selama aktivitas.

Faedah eksperimen terhadap dunia transportasi massal tentu tidak ada. Akan tetapi, menarik membayangkan hewan-hewan apalagi yang ternyata bisa mengemudikan mobil jika mereka diajari dengan cara tepat. Apalagi jika hewan itu berbadan cukup besar untuk mengemudikan mobil sungguhan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar