All-New Suzuki Ertiga Makin Diandalkan Karena Ignis, Baleno, SX-4 Terjerat Kebijakan

Berita Otomotif

All-New Suzuki Ertiga Makin Diandalkan Karena Ignis, Baleno, SX-4 Terjerat Kebijakan

BEKASI – Ignis dan dua model impor Suzuki lainnya kini sedang terbentur tembok kebijakan pembatasan impor dari pemerintah. Suzuki pun merancang strategi darurat, salah satunya adalah mendorong pemasaran serta penjualan model-model rakitan lokal seperti All-New Ertiga.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga Ignis, Baleno hatchback, plus SX-4 S-Cross dinaikkan per September kemarin. Penyebab utamanya peningkatan biaya akibat regulasi pembatasan impor unit utuh (Completely Built-Up/CBU) melalui penaikan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 menjadi 10 persen. Bagi model CBU dari negara tanpa perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia, ada pula pemerataan bea masuk 50 persen.

Suzuki menjadi satu dari sedikit pabrikan Jepang yang paling merasakan kebijakan tersebut. Pasalnya, kontribusi model-model impor mereka yakni Ignis, Baleno hatchback, serta SX-4 S-Cross terhadap penjualan masih relatif cukup besar dibanding merek-merek Jepang lain yaitu sekitar 15 – 20 persen dari total volume.

Donny Saputra, Marketing Director PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan pihaknya akan menaati segala peraturan pemerintah. Suzuki akan mendiskusikan pengendalian volume impor ketiga model ini dengan regulator.

Yang pasti, menurut Donny, hingga kini belum ada rencana menyetop penjualan Ignis, Baleno hatchback, maupun SX-4 S-Cross di Tanah Air. Suzuki masih melihat permintaan untuk model-model ini ada dan masih masuk hitung-hitungan secara bisnis. Tapi tetap ada perubahan strategi demi menghadapi kondisi tersebut.

“Kebijakan pemerintah untuk pengendalian impor akan mengubah strategi kami demi menyikapi keadaan itu. Salah satu yang kami lakukan adalah fokus menjual produk yang kami produksi di sini. Artinya, produk-produk rakitan lokal yang sekarang ada akan kami intensifkan lagi penjualannya,” tandas dia pada awal pekan ini di Cikarang, Bekasi.

Di sektor kendaraan penumpang, All-New Ertiga yang menjalani debut global di Indonesia pada April 2018 pun makin menjadi andalan. Selain karena sudah dirakit di Cikarang sejak awal kemunculannya generasi pertamanya pada 2012, model ini berada di segmen low multi purpose vehicle (LMPV) yang menjadi kegemaran utama masyarakat Indonesia.

“Kalau dilihat, kan, sekitar 33 persen penjualan mobil di Indonesia kan mobil tiga baris. Paling banyak LMPV dan kami lihat penjualan Ertiga masih bisa kami maksimalkan,” tukasnya.

Selain All-New Ertiga, model-model kendaraan komersial yang semuanya sudah dirakit di pabrik Tambun, Bekasi pun digeber lagi promosinya. Apalagi pada semester kedua pasar kendaraan niaga menunjukkan pertumbuhan.

“Sekarang penjualan pikap kami 5.000 unit (per bulan) bahkan beberapa bulan lalu 5.500 unit. Saat ini kontribusinya sekitar 50 – 55 persen dari total penjualan kami. Model-modelnya, kan, sudah kami produksi di sini,” pungkas Donny. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar