Hyundai Uji Fitur Baru untuk Pengemudi dengan Gangguan Pendengaran

Berita Otomotif

Hyundai Uji Fitur Baru untuk Pengemudi dengan Gangguan Pendengaran

SEOUL - Hyundai menciptakan teknologi baru untuk membantu para pengemudi yang memiliki kekurangan dalam pendengarannya.

Berdasarkan data dari Hyundai, sedikitnya ada 300 ribu penduduk di Korea Selatan yang memiliki gangguan pendengaran. Namun gangguan tersebut tidak terlalu menggangu mereka dalam mengemudi kendaraan. Mereka hanya memilih pekerjaan yang tidak mengharuskan mereka untuk berkendara.

Teknologi Hyundai tersebut telah dikembangkan untuk membantu mereka untuk berkendara tanpa khawatir meski ada suara yang tidak dapat didengar. Belum ada nama dari inovasi tersebut namun Hyundai menyebut bahwa mereka sudah melakukan pengujian sejak bulan Desember di Seoul. Mereka melakukan pengujiannya dengan menyematkan teknologi tersebut untuk pengemudi taksi.

Secara umum, teknologi ini menggunakan software dan hardware untuk mengidentifikasi suara dan mengkonversinya menjadi visual dan sentuhan. Dengan demikian, pengemudi dapat dengan mudah membaca dan memahami keadaan disekitarnya.

Cara kerjanya pun terbilang menarik karena dapat memindai area di sekitar kendaraan dan menganalisis pola suara. Setelah suara dikenali sistem akan mengirimkan informasi tersebut ke kedua alat yang bekerja secara bersamaan yaitu Audio-Visual Conversion (AVC) dan Audio-Tactile Conversion (ATC).

AVC mengenali suara dan mengkonversinya menjadi pictograms di head-up display. Ketika ada sirine ambulans atau sejenisnya, maka akan ada simbol ambulans yang muncul beserta arah asalnya. Selain itu, fitur ini juga dapat menampilkan ikon lain setiap ada orang yang membunyikan klakson.

Informasi tersebut tidak hanya ditampilakan pada HUD saja. Ini karena lingkar kemudi juga sudah disematkan LED yang berfungsi serupa untuk membantu para pengemudi.

Sedangkan ATC bekerja dengan cara yang serupa, hanya saja suara diidentifikasi oleh AI dan ditransformasikan ke dalam getaran di lingkar kemudi. Sistem ini lebih digunakan untuk memberi sinyal pada pengemudi terkait jarak dari rintangan didepan.

Hyundai tidak mengatakan seberapa efektifnya pengujian mereka ataupun kapan waktu peluncuran dari teknologi tersebut. Namun kini pengujian masih terbatas hanya di Korea Selatan. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support