Hyundai Luncurkan 3 Teknologi AC Mobil Canggih

Berita Otomotif

Hyundai Luncurkan 3 Teknologi AC Mobil Canggih

SEOUL – Hyundai Motor Group mengenalkan 3 teknologi AC yang sanggup menjaga udara bersih di dalam mobil. Dengan begitu pabrikan asal Korea Selatan ini memberikan tingkat kenyamanan lingkungan di dalam mobil lebih baik.

  1. Teknologi After-Blow mengeringkan kondensat pada evaporator dan menekan pertumbuhan jamur dalam sistem pendingin udara (AC), yang dapat menyebabkan bau selama cuaca panas. Setelah mesin mati dan kondensat pada evaporator mengering secara alami selama sekitar 30 menit, 'After-Blow' akan aktif selama 10 menit untuk mengeringkan evaporator dan sisa kondensat dalam saluran udara. Sistem pendingin udara secara otomatis memungkinkan masuknya udara luar selama waktu tersebut untuk mencegah kelembaban menumpuk. Teknologi ini menggunakan sensor baterai cerdas (IBS) untuk memantau baterai dan berhenti berfungsi saat baterai hampir habis, menghilangkan semua kekhawatiran tentang pelepasan baterai. Teknologi ini juga dinonaktifkan ketika sistem pendingin udara tidak digunakan untuk jangka waktu tertentu, atau ketika suhu luar rendah.
  2. Teknologi Multi-Air Mode menggunakan beberapa ventilasi untuk AC dan pemanas untuk menciptakan lingkungan dalam ruangan yang lebih menyenangkan dengan angin yang lembut. Ketika mode ini diaktifkan, udara tersebar ke slot-slot multi-udara yang ditambahkan di kursi pengemudi dan penumpang di samping ventilasi-ventilasi udara normal. Volume angin keseluruhan tetap sama, tetapi dispersi (penyebaran) angin mengurangi kontak udara langsung dan melembutkan udara. Mode ini dapat dinyalakan dan dimatikan berdasarkan preferensi pengemudi.   
  3. Teknologi Indikator Debu Halus (Fine Dust Indicator Technology) mengukur udara di dalam kendaraan secara real-time dan memberikan informasi digital, memungkinkan pengemudi untuk mengelola kualitas udara dengan lebih baik. Indikator menampilkan tingkat konsentrasi dan polusi partikel ultrafine (PM 2.5) di dalam kendaraan menggunakan bilangan bulat dan warna untuk visibilitas lebih baik kepada pengguna: biru untuk 0 hingga 15 μg/m3, hijau untuk 16 hingga 35 μg/m3, oranye untuk 36 hingga 75 μg/m3, dan merah untuk 76 μg/m3 atau lebih tinggi. Jika tingkat partikel ultrafine melebihi 36 μg / m3 saat fungsinya aktif, mode pembersihan udara akan berjalan untuk memurnikan udara di dalam kendaraan. Sistem pembersihan udara secara otomatis mengatur volume udara antara 3 dan 8 dan beralih ke mode resirkulasi-udara dan mengaktifkan sistem pendingin udara untuk mengurangi kelembaban dalam ruangan. Jika udara tidak membaik dalam mode pembersihan udara, teknologi ini juga dapat berfungsi sebagai pengingat bagi pengemudi untuk mengganti filter pendingin udara atau untuk membersihkan kursi dan karpet yang terkontaminasi.

Tiga teknologi di atas akan dipasang di mobil-mobil Hyundai, Kia dan Genesis yang akan dijual di Korea Selatan. Setelah itu akan ditanam di mobil-mobil Hyundai, Kia dan Genesis di luar kandang. [Idr]



Indra Prabowo

Indra Prabowo

Senang menulis mobil dan sepedamotor dari sisi kendaraan itu sendiri hingga perkembangan teknologi. Dia sendiri paling menyukai jika disodorkan SUV untuk dibawa ke mana dia suka, tentu saja medan offroad.


Berita Utama


Komentar