Hyundai Kona Listrik Direcall

Berita Otomotif

Hyundai Kona Listrik Direcall

DAEGU - Hyundai Motor Company baru-baru ini merecall Hyundai Kona EV atau versi mobil listrik karena mudah terbakar, penyebab masih jadi perdebatan.

Hyundai dinilai cukup responsif menghadapi masalah pada beberapa unit Kona EV yang terbakar. Kasus ini tercatat terjadi di 3 negara yakni Korea Selatan, Kanada dan Austria

Pabrikan otomotif terbesar asal Korea ini segera melakukan langkah-langkah strategis untuk melakukan identifikasi. Hyundai kemudian menyimpulkan masalah terdapat pada software atau perangkat lunak. Dan pada 23 Januari 2021, 1 unit Kona EV telah mendapatkan perbaikan update software.

Namun kesimpulan dan perbaikan software yang dilakukan Hyundai ini, Seperti dilaporkan Insideevs mendapat pertanyaan dari otoritas di Korea Selatan. Menurut mereka, masalah utama pada kasus terbakarnya beberapa Kona EV adalah karena masalah pada baterai yang tidak bekerja baik alias rusak.

Namun secara resmi Hyundai tidak melihat ada kerusakan pada baterai yang digunakan Kona EV. Dasarnya adalah penyelidikan atas kebakaran yang terjadi di Kanada dengan kesimpulan hasil investigasi hanya akan mengupdate sistem pemantauan baterai dan melakukan recall Kona EV produksi 2019-2020.

Hyundai Kona EV mudah terbakar
2 kesimpulan penyebab kebakaran ini selanjutnya menghadirkan polemik. Rumor menyebutkan bahwa Hyundai mencoba menghindar recall pada baterai karena faktor biaya besar yang  akan terlibat.

Langkah melakukan update software yang dilakukan Hyundai dianggap bukan solusi tepat untuk mengatasi masalah. Dan karena silang pendapat ini, Korea Testing & Research Institue (KTR), organisasi yang bertanggung jawab atas investigasi kebakaran turun tangan untuk melakukan penyelidikan.

Sejatinya ada satu hal menarik dalam kasus yang terjadi pada Kona EV dan ini terkait dengan Chevrolet Bolt EV. Seperti kita ketahui bersama, pada November 2020, General Motor (GM) melakukan recall 68 ribu unit Bolt EV di seluruh dunia karena mudah terbakar.

Hasil investigasi dari Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat, menyebutkan bahwa masalah terdapat pada baterai milik Bolt EV. Diketahui baterai memiliki risiko tinggi untuk terbakar ketika daya diisi hingga kapasitas penuh atau hampir penuh.

Ternyata, baterai mobil listrik produksi LG Chem Ltd Korea Selatan yang digunakan oleh Bolt EV sama persis dengan milik Kona EV. Dan dari sinilah kecurigaan otoritas Korea berasal, jadi update software yang dilakukan Hyundai dianggap bukan solusi tepat. 

Sampai berita ini diturunkan belum ada hasil dari investigasi KTR. Dan bagaimana Kona EV yang beredar di Indonesia, apakah juga memiliki risiko terbakar yang sama? Nantikan kabar selanjutnya. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar