Hyundai Caplok Pabrik GM untuk Bangun Model Crossover

Berita Otomotif

Hyundai Caplok Pabrik GM untuk Bangun Model Crossover

ST PETERSBURG - Hyundai (Senin, 5 Agustus 2020) sudah diberikan lampu hijau untuk membeli pabrik milik General Motors (GM) di St. Petersburg, Rusia oleh otoritas setempat.

Hyundai terlihat semakin ekspansif di Rusia. Hal ini ditandai dengan akuisisi pabrik GM yang akan dilakukan untuk meningkatkan produksi di sana.

Pembicaraan mengenai hal ini sudah dikonfirmasi oleh Hyundai Rusia bulan lalu. Sayang detail rician atau keterangan seperti soal berapa dana yang disiapkan untuk mewujudkan pembelian pabrik GM tersebut.

GM sendiri sudah menutup fasilitas perakitan di daerah Shushary, St Petersburg ini pada 2015. Ini dilakukan saat mereka mulai mengurangi aktivitas atau operasi internasionalnya.

Pabrik ini dibangun pada 2008 dan nilai investasi yang dikeluarkan GM saat itu kabarnya mencapai $ 300 juta atau hampir Rp 4.5 triliun. Kapasitas produksi yang bisa dilakukan di pabrik tersebut mencapai 100 ribu mobil per tahun dan diperuntukan untuk merakit Chevrolet Cruze, Chevrolet Trailblazer generasi kedua serta Opel Astra.

hyundai caplok pabrik GM
Dengan pembelian ini, Hyundai berarti sudah memiliki pabrik berkapasitas cukup besar di St Petersburg. Sebelumnya, bersama saudaranya Kia, Hyundai sudah memilki pabrik dengan kapasitas 200 ribu unit per tahun.

Pabrik pertama Hyundai di Rusia ini memproduksi Hyundai Creta juga Solaris serta Kia Rio. Dan untuk pabrik kedua nantinya akan fokus pada pembuatan model crossover termasuk Hyundai Tucson.

Manufer Hyundai di Rusia sendiri perlahan tapi pasti terus menunjukkan hasil positif. Mereka tercatat telah menjual lebih dari 400 ribu unit pada 2019 di Rusia. Hasil penjualan ini lebih banyak dari raksasa otomotif Rusia AvtoVAZ. 

Sementara informasi terakhir yang dilansir Association of European Businesses (AEB), penjualan gabungan antara Hyundai dan Kia di Rusia selama paruh pertama 2020 telah mencapai  145.071 unit.

Sama dengan banyak negara di dunia, penjualan mobil di Rusia mengalami penurunan yang signifikan akibat pandemi virus Corona. AEB memperkirakan sepanjang 2020, penjualan mobil di Rusia turun sekitar 24 persen menjadi 1.34 juta unit saja. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar