Hummer H2 Kelihatan Konyol Setelah Dipaksa Menggunakan Velg Ukuran Starlet

Berita Otomotif

Hummer H2 Kelihatan Konyol Setelah Dipaksa Menggunakan Velg Ukuran Starlet

NOVOSIBIRSK - Hummer H2 ini dimodifikasi nyeleneh menggunakan velg dan ban sangat kecil, terlihat bak binaragawan Mr Olympia melakukan gerakan pirouette atau berputar dengan berjinjit khas balerina.

Pelaku modifikasi ini tak lain adalah Garage 54 yang memang terkenal sering melakukan ubahan nyentrik pada mobil untuk mencari sensasi. Proyek konyol yang dilakukan Modifikator asal Rusia kali ini mengganti velg standar Hummer H2 berukuran 17 inci dengan ukuran 13 inci, kira-kira sama seperti velg dan ban standar milik Toyota Starlet.  

Dalam video berdurasi 10 menit, tampak seorang sedang membuat 8 lubang untuk baut roda pada velg berukuran 13 menggunakan plasma cutting atau sebagian dari Anda mungkin tampak seperti menggunakan alat las. Velg dilabur dengan warna gold dan dipasang ban berukuran 165-70/R13 serta selanjutnya menyematkan pada Hummer H2.

Setelah terpasang dan melakukan pemotretan, personil Garage54 yang menjadi host melakukan test drive Hummer H2 dengan velg 13 inci tersebut. Tentu Anda akan merasa canggung saat melihat tongkrongan mobil berdimensi panjang lebih dari meter 3 meter, lebar dan tinggi 2 meter dengan bobot 3 ton ini dan kemudian bergerak bila dibandingkan saat menggunakan ban standarnya yang berukuran 315-70-R17.

Saat keluar dari workshop, Hummer H2 ini juga tampak kesulitan. Selain groundclearce yang turun drastis, jalan di luar workshop tampak tidak rata dan becek serta bersalju.

Hummer H2 ini kerap kehilangan grip saat bejalan. Dan bila spontan pedal gas diinjak lebih dalam, tampak tenaga mesin Vortec 6.0-liter bertenaga 316 hp ini terbuang sia-sia karena mobil tak bergerak maksimal karena ban kerap spin. Namun dalam kondisi jalan tidak layak ini, kecepatan yang bisa dicapai diklam hingga 80 km/jam. 

Lengkapnya, simak video berikut ini.

 

 [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar