Honda Siapkan Triliunan Rupiah Demi Tambah Komponen Lokal Brio Satya

Berita Otomotif

Honda Siapkan Triliunan Rupiah Demi Tambah Komponen Lokal Brio Satya

JAKARTA – Honda siap menanamkan modal tambahan hingga triliunan rupiah di Indonesia. Salah satu tujuan investasi itu adalah untuk memperbanyak komponen lokal Brio Satya.

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian membeberkan rencana investasi Honda di Nusantara. Nilai totalnya mencapai Rp 5,1 triliun.

“Investasi Rp 5,1 triliun itu dari mulai 2019 atau 2020 sampai sekitar lima tahun ke depan,” ucap dia dalam wawancara beberapa waktu lalu di Senayan, Jakarta.

Honda, dalam kesempatan berbeda, mengonfirmasi rencana tersebut. Dana segar itu bakal dipakai untuk dua tujuan utama.

“Untuk pengembangan model pasti ya. Kemudian untuk pendalaman industri dalam hal lokalisasi komponen,” ucap Yusak Billy, Direktur Inovasi Bisnis, Penjualan, dan Pemasaran PT. Honda Prospect Motor di Jakarta.

Billy tidak berbicara lebih lanjut mengenai tujuan pertama yaitu pengembangan model baru. Akan tetapi, ia menjelaskan bahwa komponen lokal yang ingin diperbanyak lagi adalah milik Brio Satya yang saat ini sudah 89 persen.

Ini terkait dengan pengenaan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 3 persen bagi segmen low cost green car (LCGC)—segmennya Brio Satya—mulai 2021 seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019. Padahal, sebelum ini segmen yang dicetuskan dan harganya diatur oleh pemerintah itu mendapat keistimewaan bebas PPnBM.

“Brio Satya harus kami kembangkan terus ya. Nanti, di aturan baru, pada 2021, kan, model ini kena 3 persen. Harganya harus bersaing. Caranya adalah TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) harus banyak supaya tak terpengaruh nilai tukar dollar terhadap rupiah dan sebagainya. Tapi bagaimanapun kami selalu berkomitmen meningkatkan TKDN,” tandasnya.

Dana Rp 5,1 triliun, tambah Billy, bukan untuk mengembangkan model LCGC selain Satya. Modal itu juga belum termasuk pengembangan industri mobil listrik Indonesia.

Seperti diketahui, mulai 2021 insentif-insentif mobil listrik yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 plus Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 mulai berlaku dan model-model yang memanfaatkannya kelak harus melakukan perakitan lokal. Billy mengakui bahwa pihaknya tergiur meluncurkan mobil hybrid, tapi belum ada keputusan final dan mereka masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) dari Kementerian Perindustrian.

“Bisa jadi akan ada investasi tambahan lagi (untuk mobil listrik),” tutup dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support