Honda Ungkap Alasan Mobilio Facelift Hanya Berubah Sedikit

Berita Otomotif

Honda Ungkap Alasan Mobilio Facelift Hanya Berubah Sedikit

JAKARTA – Honda mengatakan  tipe konsumen Mobilio saat ini bukan lagi yang emosional dan mempertimbangkan desain serta gaya, tapi lebih melihat fungsional serta rasional. Karena itu, strategi mereka untuk Mobilio facelift juga mengikuti.

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT. Honda Prospect Motor (HPM), ketika diwawancarai pada Rabu (27/2/2019) menjelaskan tipe konsumen low multi purpose vehicle (LMPV) sekarang terbagi tiga. Pertama adalah tipe Basic Function yaitu mereka yang fungsional dalam arti membeli untuk memakainya dalam aktivitas sehari-hari.

Kedua adalah tipe Smart User yang kritis, tidak hanya mementingkan fitur, tetapi juga biaya operasional, kenyamanan, serta harga jual kembali. Adapun tipe ketiga ialah Trend Seeker yang membeli atas dasar emosional mengikuti perkembangan tren model terbaru.

Jonfis menjelaskan Mobilio di awal kehadirannya pada 2014 sanggup merayu para tipe pembeli ketiga dan tidak semua LMPV mampu melakukannya. Akan tetapi, seiring bertambahnya usia plus pesaing yang mampu membuat tren baru, segmen Mobilio telah bergeser ke tipe konsumen satu ataupun dua yang lebih fungsional dan rasional.

“Ini sama pada setiap model LMPV. Kompetitor pun sama. Ada puncaknya, kemudian turun,” ucap Jonfis menanggapi pertanyaan Mobil123.com di sela-sela uji keiritan Honda Mobilio facelift di Jakarta.

Memperbaiki ‘Nilai’ Mobilio di Mata Konsumen Rasional
Mobilio Facelift meluncur pada 21 Februari di Jakarta. Saat jumlah pesaing bertambah dan kompetitor lawas menyegarkan diri, Mobilio juga melakukannya namun hanya dengan ubahan minim semisal penambahan aksesoris-aksesoris eksterior, diferensiasi nuansa interior, serta fitur Head Unit anyar.

Padahal, pemain-pemain baru seperti Mitsubishi Xpander, Wuling Confero sudah menawarkan fitur lebih banyak lagi. Pemain lama pun menyegarkan diri hingga fiturnya lebih royal dari Mobilio.

Satu contoh sederhana adalah Start/Stop Button pada Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, All-New Nissan Livina. Ada pula Hill Start Assist pada Xpander, All-New Livina maupun Tire Pressure Monitoring System (TPMS) pada Confero.

“Kalau bicara fitur, Mobilio itu datang lebih awal dengan fitur-fitur lebih banyak dari yang lain. Waktu kami meluncurkannya (pada 2014), fitur kami banyak... Otomatis kalau kompetitor datang, fitur mereka lebih banyak,” tandas Jonfis.

Ia menyebut bahwa dengan pergeseran tipe konsumen, Mobilio versi 2019 lebih ingin menawarkan nilai lebih kepada konsumen melalui ubahan-ubahan minor tapi harga tetap. Strategi yang tak kalah penting adalah penyempurnaan layanan purnajual seperti program Perlindungan 24 Jam/7 Hari Seminggu, Gratis Jasa Servis dan Suku Cadang, memastikan biaya operasional terjangkau, keiritan konsumsi bahan bakar minyak, dan lain-lain.

“Tahun kemarin sekitar 24 ribu konsumen masih pilih Mobilio. Artinya konsumen Basic Function dan Smart Buyer masih ada yang pilih. Pertimbangan mereka, kan tidak hanya desain tapi biaya operasional juga. Mungkin mereka bandingkan, melihat ulasan, dan lain-lain,” tandas Jonfis menyinggung transaksi jual-beli wholesales Mobilio yang turun lebih dari 30 persen year on year.

Dengan adanya Mobilio facelift, Honda ingin mempertahankan level distribusi unit ke pasar.

“Kami inginnya sama atau setidaknya ada di 20 ribu-an unit,” tutup dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar