Honda Indonesia Sudah Perbaiki 52 Persen Mobil Terkena Recall

Berita Otomotif

Honda Indonesia Sudah Perbaiki 52 Persen Mobil Terkena Recall

TANGERANG – Honda mengklaim bahwa pihaknya sudah memperbaiki lebih dari separuh mobil yang terkena recall (penarikan dan perbaikan gratis) di Indonesia.

Honda tercatat merecall berbagai model mereka di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dengan volume tak sedikit. Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT. Honda Prospect Motor (HPM), menjelaskan bahwa sebanyak 52 persen di antaranya telah mendapat penanganan.

“Kalau recall, 52 persen telah diperbaiki,” ucap dia di Serpong, Tangerang pada akhir pekan kemarin di Jakarta, seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Sebagai informasi, pada tahun ini saja, setidaknya ada dua kali pengumuman recall Honda. Pertama adalah pada awal tahun untuk lima model yaitu Honda Mobilio (tahun produksi 2014 – 2017), Honda Brio (2014 – 2017), Honda Jazz (2014 – 2017), Honda HR-V (2014 – 2017) dan Honda BR-V (2015 – 2017). Totalnya ada 463.891 unit kendaraan yang punya potensi masalah pada master silinder dan master power di sistem pengereman.

Pada Februari dan Maret, mereka melakukannya lagi. Recall Februari adalah bagi 3.213 unit Honda Accord plus Honda Odyssey (2013-2017), sedangkan Maret untuk 60.102 unit Honda CR-V (2017), Honda Jazz (2002-2014), Honda Freed (2012-2014), Honda City (2012-2013) serta 90 unit Honda Accord (2012-2013).

Pada Oktober, sebanyak 17.286 unit mobil mendapat panggilan karena berpotensi masalah pada airbag inflator di sisi penumpang depan. Adapun modelnya ialah Honda Freed (2014 – 2016) serta Honda Jazz (2014).

Sebelumnya, pada Mei 2013, Honda pun mengadakan recall enam model yakni Civic (tahun produksi 2001 – 2011), Stream (2002 – 2006), CR-V (2002 – 2012), Accord (2003 – 2013), City (2004 – 2013), Jazz (2004 – 2014), Odyssey (2004 – 2008), Freed (2009 – 2013) juga Brio (2013 – 2014) karena potensi isu pada airbag inflator. Total volume enam model ini di Indonesia mencapai 591.355 unit.

"Ini, kan, akumulatif ya. Misalnya sekarang angkanya 70 persen, terus datang lagi (recall), itu kan persentasenya turun lagi jadi misalkan 40 persen. Terus kita kejar lagi, lalu datang lagi, lalu turun lagi presentasenya. Seperti itu," kata Jonfis.

Persentase 52 persen sendiri ia nilai cukup besar. Meski demikian, Honda terus menargetkan untuk meraih persentase lebih besar lagi.

HPM selaku agen pemegang merek dan pabrikan Honda di Indonesia mengaku terus berupaya mengampanyekan program recall mereka. Tidak hanya mengirim surat, menelepon dan menunggu customer datang ke bengkel resmi, pihaknya juga pro aktif ‘menjemput bola’ seperti dengan membuka booth di mall-mall ataupun di sejumlah pom bensin.

"Kami banyak lakukan hal-hal dan pekerjaan yang tidak hanya di bengkel atau mengirim surat," ujar Jonfis. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar