Honda Enggan Masuk dalam Pertarungan Toyota dan Mitsubishi

Berita Otomotif

Honda Enggan Masuk dalam Pertarungan Toyota dan Mitsubishi

KARAWANG – PT Honda Prospect Motor  (HPM) rupanya enggan untuk ikut serta dalam pertarungan perebutan tahta LMPV terlaris.

Sejauh ini, Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander memang mendominasi segmen LMPV di Indonesia. Selisih penjualan mereka di dua bulan pertama tahun 2019 terbilang sangat tipis dan bahkan keduanya saling mengklaim sebagai rajanya LMPV.

Melihat persaingan tersebut, PT HPM mengaku justru memilih untuk tidak terlibat dalam persaingan tersebut. Hal ini karena peringkat bagi Honda bukanlah sesuatu yang harus melulu dikejar oleh produsen otomotif.

“Peringkat bagi kami, gak pernah kami kejar. Bagi kami, menjaga agar perluncuran produk dengan baik saja. Lagi pula dulu kami hanya menjual sebanyak 80.000 kendaraan pertahun kemudian langsung loncat menjadi hampir 200.000 unit, itu tidak mudah,” tutur Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT. HPM.

Untuk bisa meraih pencapaian tersebut, Ia mengaku tidak mudah. Perlu ada penambahan dealer, tenaga kerja, tempat, gudang dan lain sebagainya. Kondisi tersebut pun terbilang sudah cukup mapan sehingga Honda tinggal mempertahankan apa yang ada saat ini.

“Jadi kami mencoba stabilkan saja, karena menjual mobil itu tidak hanya produk baru saja. Memang kalau produk baru itu bisa laku ya bagus, setidaknya 50 persen pekerjaan sudah beres, tapi kan harus terus dijaga (agar stabil),” tuturnya.

Ia pun menilai bahwa konsumen Honda Mobilio terbilang berbeda dengan konsumen LMPV lain, menurutnya, pelanggan Honda Mobilio saat ini adalah Smart Buyer yang sudah loyal dengan brand Honda.

“Di Indonesia ada tiga segmen konsumen yaitu daily user, smart buyer dan trendsetter. Biasanya kalau konsumen yang menyukai model baru adalah trendsetter serta suka membanding-bandingkan. Tapi kami sudah ada di kelar smart buyer dan daily user yang lebih ke loyalis brand,” ungkapnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar