Honda: Eksterior Ringsek, Airbag Belum Tentu Mengembang

Berita Otomotif

Honda: Eksterior Ringsek, Airbag Belum Tentu Mengembang

JAKARTA - PT Honda Prospect Motor (HPM) digugat oleh seorang konsumen karena kantung udara (airbag) Honda City tidak mengembang saat kecelakaan. Namun Honda berdalih, kondisi eksterior yang ringsek tidak bisa jadi patokan apakah airbag harus mengembang atau tidak.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan Honda City terjadi pada 29 Oktober 2012 ketika Desryanto Aruan (24 tahun) sedang menuju pulang ke rumah setelah menonton acara sepakbola bersama teman-temannya di SCBD. Mendekati arah pulang, ternyata Desryanto mengalami kecelakaan di Jalan Kapten Pierre Tendean, Jakarta Selatan.

Saat kecelakaan itu, Honda City 2009 yang dikemudikan Desryanto tidak mengembang. Akibat kejadian tersebut, orangtua Desryanto, Maringan Aruan pun menuntut Honda bertanggungjawab atas insiden tersebut. Terlebih saat itu Desryanto dalam penelitian yang dilakukan Honda, menggunakan sabuk pengaman.

Dilihat dari foto-foto yang beredar, bagian depan mobil tampak ringsek meski kabin terhitung masih dalam kondisi bagus.

"Ringseknya kendaraan tidak bisa jadi tolak ukur mengembangnya airbag," ucap partner litigasi Hesti Setyowati sebagai perwakilan kuasa hukum HPM di Jakarta seraya mengatakan kalau Honda City yang terlibat kecelakaan masih dalam kondisi baik karena selalu melakukan perawatan berkala.

Technical Training Manager PT HPM, Muhammad Zuhdi lalu menjelaskan bahwa teknologi airbag mobil memang dirancang sedemikian rupa agar mengembang hanya pada kondisi-kondisi tertentu. Karena sebaliknya, airbag justru dapat membahayakan pengemudi atau penumpang apabila terlalu mudah mengembang.

"Untuk Mobil Honda City, kondisi yang dapat memicu SRS Airbag untuk mengembang adalah tubrukan dengan kecepatan kendaraan 20-30 km/jam, atau lebih terhadap benda kokoh yang tidak bergeser dan tidak hancur ketika terjadi tumbukan (misalnya dinding beton), dan jika tabrakan tersebut terjadi secara frontal atau dari arah depan kiri atau kanan dalam sudut tidak lebih dari 30° (tiga puluh derajat)," paparnya.

Sebaliknya, SRS Airbag tidak akan mengembang dalam kondisi-kondisi sebagai berikut:

a.    Mobil menabrak pagar, tiang, pilar atau benda lain yang akan mengalami pergeseran ketika tertabrak oleh mobil (bukan benda tidak bergerak, seperti dinding beton).
b.    Mobil menabrak tiang listrik, pohon atau pilar tepat di tengah dari bagian depan mobil.
c.    Tumbukan dari arah depan kiri atau kanan dalam sudut lebih dari 30° (tiga puluh derajat).
d.    Tumbukan dari arah samping, tumbukan dari arah belakang, maupun mobil terguling.

Dalam beberapa kondisi tersebut, energi yang diterima oleh sensor tidak cukup kuat untuk membuat SRS Airbag mengembang.

Berdasarkan fakta yang ada, Honda City yang dikendarai Anak Penggugat mengalami tumbukan awal dengan pagar pembatas jalan di Jl. Kapten Tendean, Jakarta Selatan, yang mengakibatkan pagar pembatas jalan tercabut dan terbawa oleh bagian depan mobil.

Tubrukan ini diklaim tidak memenuhi syarat SRS Airbag mengembang karena objek yang ditabrak bukan benda kokoh yang tidak bergeser dan tidak hancur ketika terjadi tubrukan.

Setelah menabrak pagar pembatas jalan, mobil kemudian melaju berlawanan arah hingga menabrak bagian pilar Rumah Makan Padang Karya Minang, tepat pada bagian tengah dari depan mobil. Kondisi tersebut termasuk dalam kondisi kecelakaan yang tidak menyebabkan SRS Airbag mengembang. [Syu/Idr]



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual