Harley-Davidson Cari Modal Tambahan Rp 2 Triliun Lebih

Berita Otomotif

Harley-Davidson Cari Modal Tambahan Rp 2 Triliun Lebih

MILWAUKEE – Harley-Davidson kembali menjadi sorotan karena mengajukan peminjaman uang sebagai tambahan modal.

Seperti diwartakan sebelumnya, HD menjadi salah satu pabrikan motor yang paling terdampak akibat pandemi covid-19. Mereka berusaha keras untuk bertahan dengan berbagai cara. Manufaktur asal Amerika Serikat ini juga melakukan pergantian direksi untuk bangkit dengan cepat.

Keputusan HD yang membutuhkan suntikan modal tambahan, diketahui melalui Form 8-K di Bursa Efek AS awal Juni 2020. Form tersebut hadir di luar laporan kuartal dan tahunan seperti biasanya. Lampiran tersebut juga bukan kegiatan langka karena bagi perusahaan besar, Form 8-K diterbitkan sebagai langkah untuk mengganti pucuk pimpinan, perubahan drastis rencana pabrik atau mendapatkan uang dalam jumlah banyak.

Semua langkah telah dilakukan Harley-Davidson kecuali peminjaman modal. Maka formulir 8-K tersebut mengarah pada pemberitahuan kepada pemilik saham, akan langkah yang diambil oleh perusahaan. Adapun laporannya seperti berikut ini :

- Pada bulan Mei, Perusahaan menyelesaikan dua transaksi sekuritisasi berbasis aset yang didukung neraca: satu untuk $ 500 juta dan satu lagi untuk $ 750 juta.

- Pada bulan Mei, Perusahaan menerbitkan € 650 juta uang kertas jangka menengah yang jatuh tempo pada bulan Mei 2023. - Pada bulan Mei, $ 450 juta uang kertas jangka menengah mengambang-tingkat jatuh tempo dan dibayar penuh.

- Selesainya transaksi sekuritisasi yang didukung aset senilai $ 500 juta memicu penghentian lebih awal pada tanggal 18 Mei 2020 dari fasilitas kredit Perusahaan senilai $ 195,0 juta 364 hari yang akan jatuh tempo pada bulan Agustus 2020. Pada tanggal 1 Juni 2020, Perusahaan mengadakan perjanjian fasilitas kredit baru $ 350,0 juta 364 hari dan berkomitmen untuk menarik $ 150,0 juta di bawah fasilitas itu.

Langkah yang dilakukan pabrikan motor ikonik ini dianggap lucu. Karena Harley-Davidson meminjam uang, membayarnya, lalu meminjam lagi dalam jumlah lebih besar. Berdasarkan laporan tersebut, setidaknya mereka ingin meminjam uang senilai 150 juta US Dollar atau sekitar Rp 2.1 triliun. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar