Harga Toyota Agya, Calya, Fortuner dan Innova Naik

Berita Otomotif

Harga Toyota Agya, Calya, Fortuner dan Innova Naik

JAKARTA – Harga Toyota Agya, Calya, Fortuner, Kijang Innova naik pada Agustus kemarin. Tapi PT Toyota Astra Motor (TAM) mengklaim kenaikan disebabkan oleh ‘komponen-komponen harga lain’ di luar kurs rupiah.

Berdasarkan keterangan agen pemegang merek (APM) tersebut di Indonesia, harga Toyota Agya, Calya, Fortuner, plus Kijang Innova kini per Agustus sudah naik dengan kisaran beragam. Agya dan Calya naik sekitar Rp 150 ribu, begitu juga dengan Fortuner yang sekarang lebih mahal ratusan ribu rupiah. Sementara, banderol Kijang Innova meninggi antara Rp 3 juta atau Rp 6 juta tergantung varian.

Henry Tanoto, Wakil Presiden PT. TAM, menjelaskan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu komponen biaya yang berpengaruh dalam penentuan harga jual kendaraan. Tren depresiasi kurs rupiah hingga hampir Rp 15 ribu per dollar AS pada saat ini pun memberikan dampak pada komponen-komponen biaya Toyota.

Tapi bukan kurs yang menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian harga Agya, Calya, Fortuner, serta Kijang Innova bulan lalu. Sayang, komponen biaya apa yang melatarbelakangi kenaikan harga tidak bersedia dijelaskan.

“Kalau yang kemarin itu kenaikannya enggak semua model, kan. Itu karena komponen-komponen biaya yang tak bisa saya sebutkan semuanya dari mana,” ucapnya menjawab pertanyaan Mobil123.com pascaJambore Toyota 2018, Sabtu (8/9/2018) di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Berdasarkan penelusuran di situs resmi Toyota Indonesia, harga on-the-road Jakarta Agya kini Rp 133,55 – 153,95 juta, sedangkan Calya Rp 135,55 – 153,10 juta. Fortuner, di sisi lain, menjadi Rp 471,85 – 663,95 juta. Sementara, Kijang Innova, dari varian terendah sampai Venturer, menjadi Rp 305,15 juta – 460,25 juta.

Efisiensi
Toyota mengaku masih berupaya menahan mayoritas modelnya di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang cukup besar saat ini. Keputusan tersebut diambil setelah melihat berbagai aspek seperti kondisi pasar, penerimaan konsumen, serta keyakinan situasi ini bersifat temporer dan harga mobil tidak bisa dinaik-turunkan begitu saja sewaktu-waktu.

Situasi kenaikan nilai tukar tentu saja memberikan dampak kepada komponen-komponen biaya kami. Itu sudah pasti. Namun, penentuan harga enggak semata-mata dilihat dari satu aspek. Kami juga misalnya melakukan efisiensi di beberapa hal dan kami juga melihat kondisi pasar dan konsumennya sendiri,” buka Henry. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual