Toyota dan Mitsubishi Belum Naikkan Harga Meski Kurs Rupiah Labil

Berita Otomotif

Toyota dan Mitsubishi Belum Naikkan Harga Meski Kurs Rupiah Labil

JAKARTA – Toyota dan Mitsubishi menyatakan masih belum berpikir untuk menaikkan harga mobil, meski kurs rupiah saat ini sedang labil hingga mencapai hampir Rp 14 ribu per dollar Amerika Serikat (AS).

Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM) Fransiskus Soerjopranoto menilai bahwa fluktuasi kurs rupiah terhadap dollar AS saat ini masih aman. Sejauh ini, hal tersebut belum menimbulkan problem bagi harga mobil di pasar.

“Enggak ada masalah, masih aman karena ada hedging,” ujar Soerjopranoto kepada Mobil123.com melalui pesan singkat pada Senin (7/5/2018).

Sebagai informasi, rupiah beberapa waktu belakangan terus tertekan di hadapan dollar AS. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah per hari ini adalah Rp 13.956 per dollar AS. Kurs berpengaruh terhadap bisnis pabrikan karena mobil yang sudah diproduksi di Indonesia pun masih mengimpor bahan bakunya dari luar negeri.

Adapun hedging yang disebutkan oleh Sorjopranoto dapat diartikan sebagai nilai lindung. Hedging ialah perjanjian patokan kurs antara satu perusahaan dengan partner-partner bisnis luar negeri, sehingga transaksi bisa terlindung dari fluktuasi nilai tukar mata uang asing dalam jangka waktu tertentu. Soerjopranoto menjelaskan depresiasi rupiah baru akan menjadi masalah jika terus-menerus terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

“Akan bermasalah jika kenaikannya tinggi dan dalam jangka waktu tertentu. Kalau lebih dari enam bulan dan kenaikannya signifikan,” papar dia.

Toyota merupakan pemimpin pasar otomotif Indonesia. Di negeri ini, Toyota hadir dengan 23 model kendaraan penumpang plus lima model kendaraan niaga ringan. Model terbanyak mereka di negeri ini ialah multi purpose vehicle (MPV).

Pabrikan lain yakni Mitsubishi, ketika diwawancarai pada kesempatan berbeda, menyatakan masih membahas perihal kenaikan harga karena pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, belum ada keputusan mengerek banderol harga.

“Salah satu faktor perhitungan dalam harga mobil adalah exchange rate. Tapi ini masih kami bahas di internal kami. Belum ada keputusan,” ujar Head of Sales and Marketing Group PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia Imam Choeru Cahya di sela-sela Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, akhir April kemarin di Jakarta.

Mitsubishi sendiri pada bulan ini menaikkan harga MPV Xpander sebesar Rp 3 juta karena pencabutan subsidi untuk Bea Balik Nama (BBN). Ini menjadi kenaikan ketiga Xpander selama 2018. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support