Harga Mobil Honda Tetap Meski BBN-KB Jakarta Naik

Berita Otomotif

Harga Mobil Honda Tetap Meski BBN-KB Jakarta Naik

JAKARTA – Honda tak akan mengoreksi harga mobil-mobil mereka di Jakarta ketika Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) terbaru Ibu Kota berlaku pada 11 Desember 2019.

Sekadar mengingatkan, BBN-KB di Jakarta pada tanggal tersebut akan naik dari 10 persen menjadi 12,5 persen. Hal ini diputuskan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2019 yang terbit pada 11 November kemarin.

Beberapa merek roda empat sudah memastikan kebijakan menaikkan harga saat BBN-KB baru berlaku. Di antaranya adalah Daihatsu serta Mitsubishi.

Akan tetapi, Honda punya kebijakan berbeda. Merek berlogo ‘H’ ini tidak akan melakukannya bulan depan.

“Kami pastikan harga pada 11 Desember tidak naik,” tegas Yusak Billy, Business Development, Sales, and Marketing Director PT. Honda Prospect Motor (HPM) pada Minggu (24/11/2019) di Kemayoran, Jakarta.

Kenaikan BBN-KB bakal mereka serap. Efisiensi internal nantinya dilakukan.

“Efisiensi operasional yang kami tingkatkan supaya harga pada 11 Desember tidak naik,” tandasnya.

Ketika Mobil123.com menanyakan apakah kebijakan tersebut diambil atas dasar penurunan pasar dan persaingan yang ketat, Billy tidak mengakuinya. Ia memberikan alasan berbeda.

“Kita semua, kan, sudah tahu (rencana BBN-KB Jakarta 12,5 persen) dari April, ya. DPRD sudah memberi tahu pada Agustus. Persiapan sudah ada. Kami mengutamakan konsumen, bagaimana cara supaya tidak membebani mereka. Jadi kami melakukan efisiensi di internal operasional,” akunya.

Transaksi jual-beli mobil di Nusantara memang lesu hingga 10 bulan pertama 2019. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) menunjukkan, wholesales (distribusi ke dealer) turun 11,8 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelum menjadi 849.609 unit sedangkan retail (distribusi ke konsumen) turun 10,4 persen menjadi 847.164 unit.

Hampir seluruh merek turun, termasuk Honda. Wholesales Honda terjerembab turun 16,1 persen menjadi 111.824 unit, sementara retail turun 8,8 persen menjadi 122.066 unit.

Meski begitu, menurut Billy, pada Januari 2020 kasusnya bisa berbeda. Ada kemungkinan banderol naik seperti rutinitas umum semua pabrikan di awal tahun yang baru karena berbagai alasan.

“Kalau Januari, kita bicara soal yang lain,” tandasnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar