Harga Honda Odyssey Bekas Beragam, Lebih Murah dari Avanza pun Ada

Mobil Bekas

Harga Honda Odyssey Bekas Beragam, Lebih Murah dari Avanza pun Ada

Harga Honda Odyssey bekas memiliki kisaran yang sangat luas, sejalan dengan rekam jejaknya yang sudah cukup lama beredar di Indonesia. Bahkan, yang lebih murah dari Toyota Avanza pun tersedia.

Odyssey merupakan satu dari sedikit model multi purpose vehicle (MPV) Honda di Indonesia. Selain model tersebut, hanya ada Mobilio.

Namun, segmen keduanya jauh berbeda. Mobilio bertarung di segmen low MPV (LMPV) yang berisikan model – model Rp100 – 200 jutaan seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Wuling Confero, Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga.

Adapun Odyssey merupakan MPV premium yang berhadap – hadapan dengan Hyundai H1, Nissan Serena, maupun Toyota Alphard. Tak mengherankan, unit barunya bukan merupakan konsumsi masyarakat kebanyakan.

Bagaimana, tidak, harga Odyssey baru on the road Jakarta per April 2021 mencapai Rp888 juta. Versi facelift dari Odyssey generasi kelima ini memiliki fitur keselamatan aktif Honda Sensing dan hanya tersedia dalam satu varian.

Untuk yang ngebet dengan Odyssey tapi punya anggaran terbatas, unit – unit sekennya mungkin bisa ditengok. Soalnya, rentang banderolnya benar – benar luas, dengan tahun produksi yang luas juga.

Harga Honda Odyssey Bekas Mulai Rp60 Jutaan

Iklan mobil Honda bekas termasuk yang paling banyak di Mobil123.com dengan harga bervariasi. Tercatat, ketika artikel ini dibuat, terdapat total 10.801 iklan dari seluruh model Honda yang dijual atau pernah dijual di Tanah Air.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 105 iklan di antaranya merupakan pariwara untuk Odyssey bekas. Dari sisi volume, model seken Odyssey amat sedikit dibandingkan model – model yang lain.

Akan tetap, dari sisi tahun, pilihan Odyssey bekas sangat beragam. Unit tertua di Mobil123.com berasal dari tahun produksi 2000.

Sementara itu, unit termuda merupakan rakitan 2020. Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada unit dari tahun produksi 2021.

Harga Odyssey bekas pun luar biasa variatif. Bagaimana tidak, yang termurah hanya berbanderol Rp65 juta.

Unitnya merupakan rakitan 2001. Penjualnya adalah perorangan (nondealer) yang tinggal di Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.

Odyssey bekas harga termurah itu merupakan impor utuh (Completely Built Up/CBU) dari Australia. Pajak tahunan sudah kedaluwarsa sejak 20 Maret 2021 kemarin, sedangkan pajak lima tahunannya masih berlaku panjang yakni sampai 20 Maret 2024.

Kondisi mesin bensin 2.3-liternya diklaim sehat, kelistrikan normal, AC dingin, dan kaki – kaki nyaman plus senyap. Unit sudah punya fitur seperti Cruise Control yang disebut masih berfungsi.

Unit disebut punya rekam jejak servis. Penjual masih bersedia menegosiasikan harga.

“Surat – surat lengkap. STNK, BPKB, dan faktur ada,” tulis penjual.

Adapun Odyssey bekas termahal merupakan rakitan 2020, alias berusia sekitar satu tahun. Modelnya merupakan versi lawas sebelum facelift yang meluncur pada awal 2021.

Tipenya sendiri 2.4 Prestige dengan warna bodi hitam dan dijual oleh dealer yang berlokasi di Jakarta.

“Unit mobil di showroom kami dijamin bukan bekas tabrakan, banjir ataupun turun mesin. Apabila Anda kurang yakin, bisa cek mobil langsung ke bengkel resmi,” terang dealer.

Total Down Payment (TDP), atau uang muka plus cicilan bulan pertama, Rp267 juta. Tenor kreditnya bisa lima tahun.

Angsuran untuk tenor selama itu adalah Rp12.349.000 per bulan. Perusahaan pembiayaan yang membantu dealer adalah CIMB Niaga Finance.

“Km 8 Ribu, Service record. Tangan pertama. Atas nama perorangan. Pajak bulan Juni 2021. Pelat B ganjil,” papar dealer.

Sejarah Honda Odyssey

Odyssey terkini yang dijual di Indonesia adalah versi facelift kedua dari generasi kelima. Adapun versi facelift pertamanya muncul perdana di dunia pada 2017 dan masuk Indonesia pada 2018.

Model terbaru menjalani debut global pada semester kedua 2020, tapi pasar Indonesia baru mendapatkan pada Februari 2021.

Membahas sedikit mengenai spesifikasi, Odyssey termutakhir untuk konsumen Indonesia bermesin bensin 2.4-liter i-VTEC yang dijodohkan dengan transmisi otomatis Continuously Variable Timing (CVT) dengan Honda Earth Dream Technology. Daya maksimalnya 171 hp di 6.200 rpm, dengan torsi puncak 225 Nm di 4.000 rpm.

Di antara sekian ubahannya adalah penyematan teknologi keselamatan aktif Honda Sensing. Di pasar Tanah Air, fitur – fitur dalam Honda Sensing meliputi Collision Mitigation Brake System, Lane Keeping Assist System, Road Departure Mitigation System, Adaptive Cruise Control.

Sejarah Honda Odyssey di Indonesia sendiri bisa ditelusuri sejak awal 2000-an, saat modelnya masih generasi kedua. Namun, ketika itu, unit dibawa oleh importir umum.

Agen pemegang merek Honda di Indonesia, PT. Honda Prospect Motor (HPM), baru meluncurkannya secara resmi pada 2005.

Berikut adalah histori singkat Odyssey dari generasi ke generasi di dunia, seperti dikutip dari situs resmi Honda Indonesia:

  • Generasi Pertama (Debut Global 1994)

Odyssey generasi pembuka hadir pada 1994 dengan mesin bensin berkapasitas di atas 2.2-liter. Mulai 1997, Honda melengkapinya lagi dengan opsi mesin bensin lebih besar yakni 3.0-liter V6.

Ketika itu, Odyssey dikenal dengan berbagai nama, tergantung region tempatnya dijual. Di Eropa, misalnya, model generasi pertama disebut Honda Shuttle. Di Amerika Utara, sebutannya adalah Honda LaGreat.

  • Generasi Kedua (Debut Global 1999)

Generasi ini muncul dengan dimensi yang lebih bongsor daripada pendahulunya. Panjangnya ditambah 3,3 inci, dengan penambahan lebar 0,4 inci.

Tentu saja, tampangnya juga dibah. Pada fascia depan, diferensiasi tampak pada bemper maupun gril lebih besar maupun desain lampu depan baru.

Dapur pacunya menggunakan mesin bensin 2.3-liter pada model dengan kode sasis RA6 yang berpenggerak dua roda (4x2) maupun RA7 yang berpenggerak empat roda (4x4). Mesin 3.0-liter digunakan pada model berkode sasis RA8 (4x2) dan RA9 (4x4) varian Prestige maupun Absolute.

Pada 2000, ketika milenium berganti, Odyssey adalah mobil Honda pertana dengan tranmisi otomatis lima percepatan dengan mesin 3.0-liter.

  • Generasi Ketiga (Debut Global 2003)

Odyssey generasi ketiga mulai lebih terlihat sebagai sebuah mobil penumpang daripada sebuah minivan. Ini antara lain karena desainnya yang lebih ramping, dan lebih ‘menapak’ berkat ground clearance yang diperpendek.

Dapur pacu mulai mengandalkan mesin bensin 2.4-liter i-VTEC. Versi 4x4 hadir dengan transmisi otomatis biasa, sedangkan versi 4x2 dibekali transmisi otomatis CVT.

  • Generasi Keempat (Debut Global 2008)

Diperkenalkan perdana pada 2008, Odyssey generasi keempat makin terlihat mewah. Desain bodi, gril, bemper, desain lampu berubah amat drastis.

Mesin 2.4-liternya menggunakan torque converter untuk versi 4x2, dengan transmisi otomatis biasa maupun CVT, tergantung pasarnya. Tenaga mesin menjadi lebih besar, tapi dengan konsumsi BBM lebih irit.

  • Generasi Kelima (Debut Global 2013)

Debut globalnya terjadi pada September 2013, dengan penjualan yang dimulai sebulan setelah itu. Desainnya menjadi lebih dinamis plus modern.

Mulai generasi kelima, Odyssey juga mengadopsi desain pintu geser untuk memasuki baris kedua. Sebelumnya, pintu dibuka ke arah luar seperti mobil – mobil kebanyakan.

Dua kali diberikan penyegaran facelift, Odyssey menjadi semakin canggih serta futuristik. Mobil yang masih mengusung mesin bensin 2.4-liter i-VTEC ini sekarag memamerkan diri dengan teknologi Honda Sensing. [Xan/Had]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar