Harga Daihatsu April 2020 Naik, tapi Bukan Karena Kurs atau Corona

Berita Otomotif

Harga Daihatsu April 2020 Naik, tapi Bukan Karena Kurs atau Corona

JAKARTA – Harga Daihatsu per April 2020 sudah terkoreksi. Namun, sang pabrikan mengaku dasar kebijakan tersebut bukanlah karena kurs rupiah yang anjlok di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Seperti diketahui, virus Corona yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai pandemi, telah menggoyahkan perekonomian global. Indonesia, yang diketahui telah ‘kemasukan’ virus ini ketika pemerintah mengumumkannya pada 2 Maret 2020, tak terkecuali.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus melemah dan sejak 20 Maret hingga Senin (6/4/2020) bertahan di angka Rp 16.000-an. Padahal, sepanjang Februari hingga pertengahan Maret, rupiah masih berada di level Rp 13.000 – 14.000 jika melihat data Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).

Kurs diakui pabrikan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi harga jual. Daihatsu sendiri telah mengerek banderol mobil-mobil mereka pada awal April ini, tapi kebijakan tersebut diklaim bukan karena pelemahan kurs rupiah melainkan hanya karena Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) terbaru.

“Pada Januari, kan, kami sudah menaikkan tapi baru berdasarkan estimasi. Sekarang ini tabel BBN-KB baru sudah keluar. Jadi, kami hitung lagi dan keluar angkanya berdasarkan tabel aslinya. Pada Januari itu kenaikan harganya lebih sedikit dari yang dibebankan oleh konsumen di dalam BBN-KB terbaru,” papar Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam konferensi video yang diikuti Mobil123.com pada Senin (6/4/2020).

Kenaikan harganya sendiri bervariasi. Amelia tidak menjelaskan rentang kenaikan banderol dari mulai yang terendah sampai tertinggi, tapi hanya mencontohkan beberapa model.

“Sigra itu (penambahan harganya) Rp 1 juta. Sama dengan Grand Max, Rp 1 juta juga. Luxio juga sama. Lalu untuk Xenia Rp 2,1 juta. Kemudian Terios naik Rp 1,5 juta,” tukas dia.

Sebelumnya, kepada Mobil123.com pada penghujung Maret, Amelia mengatakan pihaknya akan terus memantau pergerakan kurs rupiah sampai akhir, sebelum memutuskan langkah apa yang mesti mereka ambil terkait harga. Sikap sama dikatakan pula oleh Toyota.

Kurs rupiah berpotensi terus melemah karena virus Corona sepanjang 2020. Menteri Keuangan Sri Mulyani, di dalam siaran langsung via YouTube beberapa waktu lalu, mengatakan dalam skenario terburuk nilai tukar rupiah bisa berada di level Rp 17.000 – 20.000/dollar AS.

Virus Corona telah mewabah di lebih dari 200 negara sejak akhir 2019. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data hingga 6 April 2020, telah ada 2.491 kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 (209 di antaranya meninggal, 192 lainnya sembuh). [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar