Harga BBM Patut Naik, Ini Alasannya

Berita Otomotif

Harga BBM Patut Naik, Ini Alasannya

JAKARTA – Pada Juni 2018 Shell menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak), lalu disusul oleh Pertamina pada awal Juli. Kenaikan tersebut terkait harga minyak mentah dunia yang  merangkak naik.

Berdasarkan informasi harga minyak mentah dunia sudah menyentuh angka rata-rata USD 75 per barel.

Direktur Eksekutif  Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menilai bahwa kenaikan tersebut wajar karena mengikuti harga minyak mentah dunia yang naik.

“Jika tidak menaikkan harga, jelas rugi karena harga minyak dunia juga naik. Untuk apa berbisnis kalau rugi,” tegas Marwan.

“Ini seharusnya bisa menjadi indikator, bahwa harga memang harus dinaikkan. Karena itu pula, tak heran jika kemudian Pertamina pun menaikkan harga. Karena sama seperti SPBU asing, BUMN itu juga tak akan bertahan jika tidak menaikkan harga. Dan kalau kerugian terus terjadi, bukan mustahil Pertamina akan bangkrut,” imbuh Marwan.  

Kalau Pertamina dilarang menaikkan harga Pertamax series dan Dex series sama saja menyuruh Pertamina merugi. Dan jika itu terjadi, maka telah melanggar Pasal 66 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. [Idr]



Indra Prabowo

Indra Prabowo

Senang menulis mobil dan sepedamotor dari sisi kendaraan itu sendiri hingga perkembangan teknologi. Dia sendiri paling menyukai jika disodorkan SUV untuk dibawa ke mana dia suka, tentu saja medan offroad.


Berita Utama


Komentar