Grup Astra Cuma Untung Rp 1,8 Triliun dari Bisnis Otomotif, Turun 70 Persen

Berita Otomotif

Grup Astra Cuma Untung Rp 1,8 Triliun dari Bisnis Otomotif, Turun 70 Persen

JAKARTA – Bisnis otomotif PT. Astra International (Grup Astra) tetap mencatatkan laba bersih pada sembilan bulan pertama 2020, meski pandemi virus Corona (Covid-19) menerpa Tanah Air sejak bulan ketiga. Hanya saja, angkanya memang turun amat dalam.

Laba bersih di bisnis otomotif Grup Astra periode Januari – September kemarin, menurut Laporan Keuangan Kuartal III 2020, berjumlah Rp 1,8 triliun. Penurunannya mencapai 70 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (year on year) yang mencapai lebih dari Rp 6 triliun.

“Segmen otomotif Grup kembali mencatatkan keuntungan pada kuartal ketiga setelah mengalami kerugian bersih pada kuartal kedua, akibat dari peningkatan volume penjualan menyusul penerapan langkah – langkah penanggulangan pandemi yang menyebabkan penutupan sementara pabrik dan dealer pada kuartal kedua,” tulis mereka.

Jebloknya laba bersih sedalam itu disebabkan oleh penurunan penjualan mobil maupun sepeda motor yang ditangani Grup Astra pada sembilan bulan pertama 2020. Transaksi jual – beli mobil drop 51 persen menjadi 192.400 unit.


Bicara khusus kuartal ketiga (Juli – September), jualan mobil Grup Astra berjumlah 53 ribu unit. Volume tersebut jauh lebih baik ketimbang raihan pada kuartal kedua (April – Juni) yang hanya 9.700 unit.

Pasar mobil nasional secara keseluruhan selama Januari – September sendiri cuma berjumlah 372.000 unit. Penurunan year on year-nya mirip dengan performa Grup Astra, yaitu sekitar 51 persen.

Pangsa pasar Grup Astra di pasar roda empat pun terjaga di kisaran 52 persen. Merek – merek yang ditangani grup, hingga bulan kesembilan, sudah merilis 13 model baru plus 15 model revamped.


Penjualan sepeda motor Grup Astra pada Januari – September, di sisi lain, drop 38 persen year on year menjadi hanya 2,3 juta unit. Adapun penjualan roda dua nasional terjerembab 42 persen menjadi cuma 2,9 juta unit.

Khusus kuartal ketiga, Grup Astra berhasil mengirim 849.000 unit motor ke jalanan Indonesia. Jumlah tersebut sudah meningkat pesat dari kuartal kedua yang hanya 244 unit.

Selama periode ini, Honda sebagai satu-satunya merek motor yang ditangani Grup Astra meluncurkan empat model baru plus sembilan model revamped.


Usaha komponen otomotif yang diwakili PT. Astra Otoparts mencatatkan rugi bersih Rp 243 miliar karena penurunan pendapatan dari segmen (OEM/original equipment manufacturer), pasar suku cadang pengganti (REM/replacement market) dan segmen ekspor. Padahal, pada sembilan bulan pertama 2019, mereka masih bisa meraih laba bersih Rp 512 miliar.

Laba bersih Grup Astra dari semua sektor bisnis (termasuk dari penjualan saham Bank Permata) turun 12 persen year on year menjadi Rp 14 triliun. Jika tanpa penjualan saham Bank Pemata, laba bersih hanya Rp 8,2 triliun atau turun 49 persen. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar