Gran Max 13 Tahun Tak Diperbarui, Daihatsu: Konsumen Tak Lihat Desain

Berita Otomotif

Gran Max 13 Tahun Tak Diperbarui, Daihatsu: Konsumen Tak Lihat Desain

JAKARTA – Daihatsu Gran Max sudah 13 tahun tak mendapatkan pembaruan model. Mereka mengklaim, ini terjadi karena konsumen di segmen mobil niaga tak mementingkan soal desain eksterior.

Daihatsu pertama kali meluncurkan Gran Max di Indonesia pada akhir 2007. Sejak saat itu hingga 2020, model yang sama terus dipertahankan oleh merek asal Jepang tersebut.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor (ADM), menerangkan Gran Max utamanya adalah mobil niaga. Di segmen ini, bukan desain eksterior yang menjadi perhatian para pembelinya.

“Buat para pemilik mobil niaga, mereka tak mementingkan tentang desain. Desain paling penting biasanya untuk segmen kendaraan penumpang,” ucap dia dalam konferensi pers virtual belum lama ini.

Menurut Amel, para konsumen kendaraan komersial lebih menekankan aspek kapasitas angkut. Selain itu, mereka juga lebih fokus pada performa serta efisiensi mesin.


“Jadi, untuk kendaraan niaga, sepanjang performa baik, kapasitas baik, kemudian irit dan andal mesinnya sudah cukup buat mereka. Ada merek yang sebelumnya mengeluarkan model baru itu karena sudah berusia lebih dari 30 tahun. Sementara usia Gran Max belum selama itu. Begitu indikasinya.  Sepanjang itu mobil komersial, penampilan tak terlalu penting,” papar Amelia.

Gran Max sudah diproduksi secara lokal oleh pabrik Daihatsu di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Uniknya, pabrik ini membuat dan mengekspor Gran Max versi baru (facelift) yang meluncur di Jepang pada 22 Juni 2020.

Gran Max facelift terdiri dari tipe cargo dan pickup. Sistem penggerak juga terdiri dari pilihan two-wheel drive (penggerak dua roda) serta all-wheel drive (penggerak empat roda).


Model terkini mengusung mesin bensin 2NR-VE 1.5-liter, empat silinder yang sudah disempurnakan dan membutuhkan BBM beroktan bagus. Tenaga maksimalnya mencapai 95 hp di 6.000 rpm, dengan torsi puncak 134 Nm di 4.400 rpm.

Ada dua tipe tranmisi yang disediakan. Pertama adalah girboks manual lima percepatan, sedangkan lainnya ialah otomatis empat percepatan.

Adapun desain eksterior tak banyak berubah. Di antara sedikit ubahannya adalah Day-time Running Light (DRL) LED, spion lebih besar, dan sudut pilar A yang diubah agar visibilitas menjadi lebih baik. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar