GM Larang Pegawainya Gunakan Telepon Genggam

Berita Otomotif

GM Larang Pegawainya Gunakan Telepon Genggam

DETROIT - General Motors (GM) kini melarang pegawainya untuk menggunakan telepon genggam saat berjalan di lingkungan kantor.

Sebenarnya aturan ini bukanlah aturan baru, karena di sejumlah pabrik khususnya pabrik kendaraan bermotor, aturan sudah diberlakukan. Namun, aturan tersebut semakin diperketat dan diperluas jangkauannya hingga ke kantor GM.

“Kami telah meminta orang-orang untuk tidak menggunakan telepon genggam saat berjalan karena mengalihkan perhatian dari potensi bahaya. Beberapa orang mungkin melihat ini sebagai aturan yang kejam, tapi kami tidak ingin ada orang terluka,” ungkap Jim Glynn, Vice President of Global Workplace Safety GM.

Menariknya, aturan tersebut tidak hanya untuk pegawai tapi juga para perusahaan. Bahkan Marry Barra, CEO GM pun diklaim tidak akan dikecualikan untuk terkena dalam aturan tersebut.

Hal ini dilakukan karena meski tidak sebesar saat di pabrik, resiko terjadi insiden saat di kantor pun tetap ada. Sebut saja seperti pintu lift mendadak menutup hingga pintu otomatis yang terlambat membuka sehingga membuat pegawai menabrak pintu tersebut.

Tak hanya kebijakan telepon seluler, GM juga membuat lembaga dewan peninjau keselamatan untuk seluruh bangunannya. Tujuannya adalah agar dapat mengidentifikasikan bahaya dan meningkatkan standard keselamatan kerja.

Dewan tersebut akan berkeliling kantor atau fasilitas produksi untuk mencari cara agar dapat meningkatkan keamanan fasilitas yang diberikan selama ini.

“Ini adalah kebijakan global. Kami melakukan ini di seluruh dunia,” tutup Glynn. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar