Gila, Dealer Mobkas ini Beri Diskon Khusus Bagi Penderita Virus Corona

Berita Otomotif

Gila, Dealer Mobkas ini Beri Diskon Khusus Bagi Penderita Virus Corona

WELLINGTON - Dealer mobil bekas 2CheapCars melakukan langkah yang mengundang kontroversi, saat memanfaatkan momok virus Corona untuk iklan.

Jaringan dealer mobil bekas di Selandia Baru ini memang kerap membuat iklan kontroversial. Demi mendapatkan perhatian nitizen, mereka kerap membuat iklan nyeleneh dan terbukti mengundang pro kontra di media sosial.

Pada iklan kali ini menampilkan gambar seorang yang sedang naik transportasi umum menggunakan masker dengan wajah tertunduk dan tangan memegang mulut. Dan pada iklan tertulis "Khawatir menggunakan transportasi umum? Kami punya banyak mobil di bawah $ 5.000 (kurs New Zealand Rp 8.863, jadi hampir setara Rp 44 juta) atau dari $ 25 (setara Rp 221 ribu) per minggu".

Parahnya, iklan ini tentunya menjadi kontroversi, terjadi pro dan kontra ada yang menghujat serta juga memuji sebagai sebagai langkah cerdas.

David Buckly, CEO 2CheapCars juga bereaksi makin jadi saat menanggapi kondisi yang ada. Ia menyebutkan iklan ini merupakan sesuatu yang bagus dan tak khawatir jika ke depan perusahaannya mendapat masalah. Ia kemudian malah mengajukan penawaran selanjutnya yang cukup gila.

"Jika Anda mengidap virus Corona dan ingin membeli mobil mulai minggu ini, kami akan memberikan uang $ 500 (setara Rp 4,5 juta). Tetapi syaratnya Anda harus memberitahukan kami saat ingin datang, jadi kami bisa menggunakan masker," kata David.

Untuk diketahui, 2CheapCars sendiri sebelum telah mendapatkan masalah. Mulai dari rasisme hingga penyuapan di mana pelanggannya diminta memberikan ulasan bintang 5 di Google untuk mereka.

Juli 2019 perusahaan ini juga dikenakan denda $ 483.000 (atau sekitar Rp 4.2 miliar) karena mengelabui pelanggan atas dokumen yang berkaitan dengan garansi. Ini termasukiklan penjualan likuidasi, meskipun perusahaan tidak benar-benar dalam likuidasi.

Hakim dalam kasus itu mengatakan perilaku perusahaan menyesatkan serta ceroboh. Dan jika dilihat sebagai iklan yang lengkap, hal ini bisa disebut licik. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar