Gelombang Kedua Covid-19, Ini Tips Bersihkan Interior Mobil dari Virus

Panduan Pembeli

Gelombang Kedua Covid-19, Ini Tips Bersihkan Interior Mobil dari Virus

Pandemi Covid-19 di Indonesia memasuki gelombang kedua. Bagi yang masih kerap bepergian, makin penting untuk membersihkan interior mobil secara rutin demi 'mengusir' virus yang berhasil menyusup masuk.

Kendaraan pribadi, menurut para eksekutif dari berbagai agen pemegang merek, memang makin menjadi pilihan untuk bepergian di masa pandemi Covid-19.

Pemerintah pun tahun ini berusaha mendongkrak daya beli dengan memberikan insentif PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) untuk mobil baru yang memenuhi syarat, baik yang berkapasitas 1.500 cc ke bawah maupun 1.501 – 2.500 cc.

Akan tetapi, melakukan perjalanan dengan mobil tidak menihilkan peluang tertular virus jahat tersebut. Risiko tetap ada, meskipun dianggap lebih kecil jika dibandingkan bepergian dengan transportasi umum.

Dengan hadirnya gelombang kedua Covid-19 di Indonesia pascaLebaran Idul Fitri 2021 hingga saat ini, tentu saja hal – hal terkait usaha pencegahan penularan di dalam mobil makin perlu diperhatikan.

Terlebih, gelombang kedua saat ini membuat rekor kasus positif Covid-19 harian pecah berkali – kali dalam waktu singkat. Berita mengenai kapasitas rumah sakit rujukan yang penuh atau nyaris penuh juga makin marak.

Protokol Covid-19 Saat Berkendara ke Luar Rumah

protokol covid-19 saat berkendara

Protokol Covid-19 disusun demi mereduksi kemungkinan masyarakat tertular virus Covid-19. Bukan hanya bepergian dengan transportasi umum saja yang ada protokolnya, tapi juga ketika mengemudikan kendaraan—dalam hal ini mobil.

Meremehkan protokol atau lalai dalam pelaksanaannya sama saja dengan membahayakan diri sendiri plus orang – orang terdekat di sekitar kita. Karena itu, tiap poinnya mesti diperhatikan.

Berikut adalah protokol kesehatan ketika mengemudikan mobil, seperti dikutip dari situs resmi Suzuki Indonesia maupun Serasi Auto Raya (Sera). Ada yang memang diatur dalam regulasi pemerintah maupun tambahan – tambahan lain demi meningkatkan keamanan serta keselamatan.

  1. Memakai Masker

Pemerintah sudah menginstruksikan agar masyarakat selalu menggunakan masker secara benar di mana pun di luar rumah. Masker harus menutup dengan baik dua bagian penting di wajah yakni hidung serta mulut.

Kini, malah ada imbauan menggunakan masker ganda yang mengombinasikan antara masker medis sebagai lapisan pertama plus masker kain sebagai lapisan kedua.

Ketentuan memasang masker juga berlaku ketika berada di dalam mobil, baik sebagai penumpang maupun pengemudi. Pasalnya, kita tak pernah tahu apakah virus Corona telah ‘menyusup’ ke dalam kabin atau tidak.

  1. Menyiapkan Hand Sanitizer

Pandemi Covid-19 menuntut kita melatih kebiasaan untuk mencuci tangan sesering mungkin saat di luar rumah, sebelum atau setelah memegang sesuatu ketika bepergian, atau pun sesaat setelah masuk mobil atau rumah.

Mencuci tangan dengan sabun adalah yang terbaik. Jika tidak memungkinkan, penggantinya adalah hand sanitizer.

Oleh karena itu, menyiapkan hand sanitizer ketika bepergian adalah wajib hukumnya. Sebaiknya siapkan dua botol, satu berupa botol kecil untuk dikantongi dan satu lagi botol besar yang ditaruh di dalam kabin mobil.

  1. Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah Menyetir

Salah satu perantara virus untuk masuk ke tubuh adalah tangan kita. Kerap kali, tangan kita memegang barang yang terpapar virus, kemudian kita tak sengaja menyentuh hidung, mulut, atau mata sehingga virus Covid-19 masuk dan mulai menjangkiti tubuh.

Karena alasan itulah, pengemudi mesti mencuci tangan dengan hand sanitizer sebelum dan sesudah menyetir. Jangan lupa pula meminta penumpang untuk langsung mencuci tangan begitu masuk ke dalam kabin.

  1. Batasi Jumlah Penumpang

Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berskala Mikro (PPKM Mikro), terdapat aturan pembatasan penumpang baik transportasi umum maupun kendaraan bermotor pribadi. Untuk mobil, limitasinya adalah 50 persen dari kapasitas totalnya.

Ini berguna untuk mengurangi potensi penularan dan pengguna roda empat pribadi amat perlu mematuhinya, demi diri sendiri maupun orang – orang terdekat.

Di samping empat poin utama di atas, ada pula hal – hal lain yang bisa dilakukan demi mengurangi risiko penularan sebanyak mungkin. Misalnya saja dengan membeli air purifier berkualitas untuk dipasang di dalam kabin, pun mengonsumsi beragam vitamin demi menjaga imunitas tubuh.

Pentingnya Membersihkan Interior Secara Rutin

tips membersihkan interior mobil dari virus Covid-19

Pengguna kendaraan harus pula membersihkan kendaraan secara lebih rutin lagi selama masa pandemi. Bagi pengguna mobil, proses bersih – bersih tentu saja bukan hanya pada eksterior atau bodi, tapi juga interior.

Cara serta bahan kimia yang dipakai pastinya tak boleh sembarangan. Jika tidak, hasilnya tidak maksimal dan material – material dalam kabin yang beranekaragam bisa rusak.

Bolehkah Membersihkan Kabin Mobil dengan Disinfektan?

Disinfektan merupakan bahan kimia yang biasa digunakan untuk mematikan virus di dalam ruangan atau di lingkungan sekitar. Menurut situs resmi Garda Oto, kebanyakan disinfektan mengandung alkohol yang memiliki level PH tinggi.

Bahan kimia itu berbahaya bagi interior mobil yang umumnya terbuat dari semisal plastik, vynil, kain, serta kulit karena dapat mengikis material – material tersebut dengan relatif cepat apalagi jika sering digunakan.

Atas dasar itu, penyemprotan disinfektan pada sekeliling interior mobil amat tidak dianjurkan. Sebagai gantinya, gunakanlah campuran dari air plus sabun yang juga sudah terbukti secara ilmiah juga dapat mematikan virus SARS CoV-2—nama asli dari virus Covid-19.

Bisa pula menggunakan produk – produk pembersih interior dengan spesifikasi yang terbukti mampu mematikan bakteri atau virus.

Bagian Interior Mobil yang Tak Boleh Luput Dibersihkan

Bagian – bagian yang sering terpegang tangan amat berpotensi menjadi media pemaparan virus sehingga mesti dibersihkan. Secara umum, setidaknya ada lima sektor interior mobil yang tak boleh terlewat, menurut penelusuran dari berbagai sumber.

Berikut penjelasannya:

  • Dasbor

Debu pada permukaan dasbor bisa dibersihkan dengan menggunakan vacuum cleaner (penyedot debut) maupun kemoceng. Untuk bagian sulit dijangkau, gunakan kuas kecil.

Selanjutnya, lap seluruh permukaan dasbor dengan kain microfiber yang dibasahi air sabun, kemudian berganti dilap dengan kain kering. Sebagai pengganti air sabun, bisa pula memakai cairan dari produk khusus yang memang diperuntukkan bagi interior atau dasbor.

  • Setir, Tuas Transmisi, Tuas Rem Tangan, Sandaran Tangan di Pintu

Bagian – bagian ini sudah pasti bakal disentuh saat berkendara, sehingga amat rentan menjadi 'rumah' virus. Cara membersihkannya bisa dengan semprotan berisi air sabun/cairan pembersih interior yang dapat membunuh bakteri dan virus, kemudian dilap hingga bersih.

  • Jok Kursi

Tetap gunakan terlebih dahulu penyedot debu atau kemoceng untuk bersihkan debu. Selanjut, gunakan lap microfiber plus cairan sabun/cairan dari produk spesifik untuk mengelap seluruh bagian jok khususnya yang gampang/sering tersentuh tangan, kemudian dengan lap kering.

  • Karpet dan Bagian Lantai

Keluarkan karpet dan sedot kotoran di lantai mobil dengan vacuum cleaner. Basahi karpet dengan air sabun, lalu sikat hingga noda – noda yang ada terhapus. Setelahnya, jemur karpet di tempat yang terpapar matahari hingga kering, kemudian masukkan kembali ke kabin.

  • Plafon

Bagian ini sering luput dari perhatian. Padahal, debu, bakteri, hingga virus dari droplet pun bisa menempel di sana.

Caranya tidak berbeda yaitu dengan vacuum cleaner/kemoceng terlebih dahulu lalu dilap dengan kain microfiber yang sudah menyerap air sabun/cairan khusus, baru kemudian dengan lap kering. Lebih baik, bersihkan bagian ini paling pertama karena debu atau kotoran kemungkinan akan jatuh ke jok/dasbor/karpet. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar