Gara-Gara Tantangan Sosmed, Bocah ini Nekat Kendarai SUV Ayahnya Sejauh 160 KM

Berita Otomotif

Gara-Gara Tantangan Sosmed, Bocah ini Nekat Kendarai SUV Ayahnya Sejauh 160 KM

NEW YORK - Seorang bocah 12 tahun nekat kendarai Range Rover ayahnya sekitar 160 km karena ingin ikut tantangan di sosial media, beruntung tidak mengakibatkan kecelakaan.

Lagi-lagi, kegiatan di sosmed akan menjadi berbahaya bagi anak-anak yang mengikutinya tanpa bimbingan orang tua. Seperti yang terjadi pada anak laki-laki di New York, Amerika Serikat ini, ia nekat mengendarai mobil ayahnya demi menjawab tantangan di sosial media untuk mengendarai mobil hingga habis bahan bakarnya.

Menurut laporan CBS New York, tanpa berpikir panjang, bocah ini langsung menyelinap untuk berkendara mengendarai Range Rover milik ayahnya. Dan ternyata ia tidak sendiri, karena sempat mengajak sepupunya yang berusia 7 tahun untuk duduk di kursi penumpang.

Perjalanan yang dilakukannya juga cukup ambisius sesuai tantangan di sosmed. Kepolisian New York mengungkapkan, ketika diamankan, sang bocah sudah mengendarai SUV mewah ayahnya sejauh 160 km atau sekitar Jakarta - Cirebon.

Detailnya, mobil tersebut dikendarai dari rumahnya di 115th Street di daerah South Ozone Park, Queens. Kemudian berjalan melintasi jembatan Verrazzano munuju New Jerset pada 8 Desember 2020 lalu dan dimulai pada pukul 11 siang.

Saat telah menyebrang ke New Jersey, petugas Kepolisian setempat mencoba menghentikan mobil tersebut dengan membunyikan sirene. Namun sang bocah tidak menaggapinya, tidak segera menepi tapi malah terus melaju.

Petugas sendiri kemudian tidak mencoba mengejarnya demi keselamatan. Sampai akhirnya petugas mengamankan sang bocah bersama sepupunya ini pada pukul 14.15 atau setelah 3 jam berkendara. Saat itu sang bocah menepi di tempat peristirahatan untuk membeli kue yang ternyata dibayar menggunakan kartu kredit sang ayah.
 
Kedua bocah ini kemudian dibawa ke kantor polisi. Mereka kemudian segera dibebaskan ke keluarganya tanpa menghadpai tuntutan apapun.

"Anak-anak ini baik-baik saja. Saya berterima kasih kepada Polisi karena telah melakukan pekerjaan dengan baik sehingga semuanya aman," kata Joe Gangaram, paman si bocah.

Beruntung tidak terjadi kecelakaan sedikit pun atas peristiwa ini. Padahal bukan tidak mungkin akan terjadi insiden mengerikan mengingat mobil dikendaraai bocah sekitar 6 SD yang secara skill masih terbatas dan emosi belum stabil.

Hikmah yang diambil dari kejadian ini adalah perhatian orang tua harus lebih ditingkatkan kepada para anaknya. Terlebih bagi mereka yang sering bersosial media karena bisa gampang terpengaruh.

Lainnya tentu jangan asal menggeletakkan kunci kendaraan Anda. Karena jika lengah dan ada kesempatan, bukan tidak mungkin kejadian ini akan terus terulang serta membahayakan bukan saja keluarga Anda namun para pengguna jalan lainnya. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar