Gak Punya Saingan, Nissan Kicks e-Power Tantang Mobil Biasa

Berita Otomotif

Gak Punya Saingan, Nissan Kicks e-Power Tantang Mobil Biasa

JAKARTA – Nissan Kicks e-Power hadir dengan mengusung teknologi yang berbeda dari mobil-mobil yang sudah ada dipasaran.

Secara umum, Nissan Kicks e-Power menggunakan pola layaknya mobil listrik. Seluruh kinerja kendaraan disokong energi listrik, hingga kedua ban depannya digerakkan oleh motor listrik yang pintar. Namun kendaraan ini tidak menyediakan slot atau soket untuk mengisi ulang baterai.

Daya listrik yang dihasilkan didapatkan dari mesin bensin 1.2-L DOHC tiga-silinder. Mesin bensin konvensional ini menghasilkan daya yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Dengan mengandalkan generator dan inverter, daya listrik yang dihasilkan disalurkan pada baterai.

Mesin bensin tersebut secara otomatis aktif saat kapasitas baterai tinggal 40 persen. Mesin tiga silinder tersebut bertugas mengisi kembali baterai dengan dibantu oleh proses pengereman atau deselerasi. Dengan catatan mobil harus dalam kondisi berjalan.
Panel meter Nissan Kicks
“Ultimate goalnya Nissan secara global adalah full autonomous vehicle. Ke depan mobil kita (Nissan) itu bisa berjalan sendiri tanpa kita harus menyetir dan tingggal duduk saja. Sebelum mencapai full autonomous vehicle, sebetulnya teknologi-teknologi seperti ini (e-Power) yang bisa menjembatani karakteristik atau benefit yang sama dengan electric vehicle,” kata Bagus Susanto, Marketing Director Nissan Indonesia saat sesi interview Nissan Kicks e-Power di Jakarta (03/09).

Nissan Kicks e-Power hadir di Indonesia dengan mengusung teknologi paling terkini dalam hal kendaraan ramah lingkungan. Meskipun tetap menggunakan mesin bensin konvensional, SUV satu ini tidak ingin disamakan dengan mobil hybrid.

“Mobil hybrid menggunakan penggerak konvensional dan motor listrik secara bergantian. Kalau teknologi e-Power murni digerakkan oleh motor listrik. Mesin bensin konvensionalnya bertugas untuk mengisi baterai secara otomatis,” jelas Bagus kemudian.
Bagus susanto Nissan
Nissan Kicks e-Power dikatakan tidak memiliki kompetitor sekelasnya di Indonesia. Namun strategi marketing pabrikan mobil asal Jepang ini, menyasar konsumen yang memang tertarik dengan mobil listrik dan mobil biasa – bensin. Namun mereka juga menyasar konsumen yang masih ingin meminang mobil bensin biasa.

“Secara teknologi dan karakteristik, kita tidak memiliki kompetitor yang head to head. Tapi kalau dari sisi harga, tentunya Anda bisa melihat beberapa model yang pure bensin konvensional misalnya Honda HR-V 1.8 dan Mazda CX-3 atau model hybrid seperti Toyota Corolla Cross dan C-HR,” tutur Bagus. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar