Ekspor Kendaraan Indonesia Masih Tertinggal Jauh dari Thailand

Berita Otomotif

Ekspor Kendaraan Indonesia Masih Tertinggal Jauh dari Thailand

SURABAYA – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menegaskan bahwa saat ini jumlah ekspor kendaraan Indonesia masih kalah bila dibandingkan dengan Thailand.

Secara umum, jumlah ekspor kendaraan Indonesia memang terbilang masih di bahwa Thailand karena baru mampu mengekspor sekitar 260.000 kendaraan. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan hasil ekspor Thailand yang telah mencapai 1 juta unit.

“Tahun lalu angka ekspor Indonesia mencapai 260.000, masih kecil bila dibandingkan dengan Thailand yang sudah 1 juta kendaraan. Oleh karena itu kehadiran bapak Menteri Perindustrian dalam GIIAS Surabaya 2019 menunjukkan komitmennya dalam perkembangan otomotif. Karena bagaimanapun terutama di negara-negara besar, industri otomotif sangat berperan dalam perkonomian bangsa,” tutur tutur Yohannes Nangoi sebagai Ketua Umum Gaikindo.

Meski tertinggal dengan Thailand dalam hal mengekspor kendaraan, dalam penjualan domestik pasar Indonesia terbilang cukup besar. Tercatat, penjualan kendaraan di Indonesia sudah mencpaai 1,16 juta kendaan di tahun 2018.

“Kalau kita lihat angka penjualan tahun lalu itu 1,16 juta. Sebagian orang melihat itu sangat besar, tapi kalau kita lihat populasi Indonesia itu tidaklah besar. Indonesia itu 265 juta orang, tapi penjualan kendaraan selama satu tahun hanya 1,16 juta. Sedangkan Thailand yang hanya memiliki populasi 70 juta penduduk, penjualannya selama satu tahun mencapai 1,05 juta. Tidak beda jauh. Dengan kata lain, potensi indonesia untuk berkembang ini sangat besar,” tuturnya.

Untuk lebih meningkatkan ekspor dan pasar di Indonesia, Yohannes pun menegaskan bahwa pihaknya akan mengembangkan kendaraan yang lebih baik. Dengan demikian, kendaraan produksi Indonesia dapat lebih bersaing.

“Harapannya, kendaraan yang kami produksi mendapat masukan dari para pelanggan. Sehingga kami bisa menciptakan kendaraan yang lebih diminati, lebih hemat bahan bakar, ramah lingkungan dan bersih polusi. Dengan memproduksi kendaraan sendiri maka akan membantu terbukanya lapangan pekerjaan, menciptakan ekonomi yang lebih baik dan pada akhirnya kita bisa mengekspor kendaraan hingga menghasilkan devisa bagi negara. Inilah tujuan kami,” pungkasnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar