Fortuner, Raize, dan Rush Dominasi Ekspor Toyota dari Indonesia Tahun Ini

Berita Otomotif

Fortuner, Raize, dan Rush Dominasi Ekspor Toyota dari Indonesia Tahun Ini

JAKARTA - Model-model SUV berperan besar terhadap ekspor Toyota dari Indonesia pada 2021. Di antaranya terdapat model baru Toyota Raize.

Pabrik-pabrik perakit mobil Toyota di Indonesia, menurut keterangan resmi baru-baru ini, berhasil membukukan ekspor unit utuh (Completely Built Up/CBU) sekitar 166 ribu unit sepanjang Januari-November 2021. Volume tersebut sudah 89 persen dari performa sebelum pandemi Covid-19 (2019).

Sementara itu, total ekspor mobil CBU dari Indonesia menyentuh 267 ribu unit--87 persen dari capaian prapandemi.

Tiga model SUV menjadi kontributor ekspor paling dominan bagi Toyota di Indonesia, dengan sumbangan 76 ribu unit selama 11 bulan. Selain Fortuner, ada pula Rush maupun Raize yang baru resmi meluncur pada April tahun ini.

Toyota Fortuner

Kendaraan dari jenis sedan, hatchback, serta low cost green car (LCGC) secara akumulatif dikapalkan sebanyak 57 ribu unit. Adapun daftar modelnya ialah Vios, Yaris, plus Agya yang di luar negeri dijual dengan nama Wigo.

Toyota juga mengekspor MPV Kijang Innova, Sienta, Avanza, Town/Lite Ace, maupun Veloz. Volumenya, dari Januari-November kemarin, mencapai 33 ribu unit.

Melakukan ekspor pertama kali dari Indonesia pada 1987, Toyota saat ini sudah mengirimkan model-model rakitan Indonesia ke lebih dari 80 negara.

Toyota Raize

Selain dirakit oleh PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), ‘adik’ mereka yaitu PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) juga membantu produksi untuk pasar domestik maupun ekspor.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azzam mengatakan industri otomotif Indonesia merupakan sektor industri andalan yang berperan sebagai penopang sekaligus lokomotif kebangkitan ekonomi nasional.

Menyerap 1,5 juta tenaga kerja dari hulu hingga hilir, industri ini ia sebut menyumbangkan 4 persen Penerimaan Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Toyota Rush

“Tren positif ekspor T-brand tidak dapat kami capai tanpa dukungan Pemerintah Indonesia melalui berbagai stimulus dan kebijakan pendorong ekspor otomotif nasional” ujar Bob.

Pasar mobil domestik pada 2021 sendiri amat ditolong insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Stimulus ini khusus bagi model-model rakitan dalam negeri dengan komponen lokal minimal 60 persen.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan retail mencapai 761.861 unit pada Januari-November. Terdapat kenaikan 49,5 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). [Xan]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil bekas berkualitas <<<<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar