Ford Buat Baju APD dari Bahan Airbag dan Bisa 50 Kali Pakai

Berita Otomotif

Ford Buat Baju APD dari Bahan Airbag dan Bisa 50 Kali Pakai

NEW YORK – Ford akan membuat baju Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas medis dengan memanfaatkan bahan yang biasa digunakan untuk membuat airbag dan bisa dicuci dan digunakan kembali hingga 50 kali.

Pagebluk Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang semakin meluas membuat sejumlah produsen otomotif bergerak untuk turut serta mengatasinya. Dan Ford adalah salah satu produsen yang terlihat cukup serius membantu mengatasi kelangkaan APD.

Ford pun mengklaim bahwa kualitas dari baju APD buatannya akan memenuhi kriteria untuk digunakan di Rumah Sakit. Ini karena mereka membuat baju tersebut dengan bahan nilon yang kuat, tahan air dengan lapisan silikon. Yang paling menarik adalah, baju APD ini bisa dicuci dan digunakan kembali hingga 50 kali. Ini dinilai sebagai sebuah keunggulan karena baju APD biasanya hanya bisa digunakan satu kali.

Untuk memproduksinya, Ford akan bekerjasama dengan Joyson Safety Systems, supplier airbag mereka. Sedikitnya akan ada 100.000 baju APD yang bisa diproduksi setiap minggunya dan diharapkan pada awal Juli mereka sudah mengirimkan 1,3 juta ke Rumah Sakit.

“Ternyata bahan Nylon 6,6 yang digunakan untuk airbag, parasut, karpet dan selang taman merupakan bahan ideal. Ini adalah temuan bagus. Baju APD tersebut bisa dicuci dan kualitasnya tetap terjaga hingga 50 kali dicuci,” terang Marcy Fisher, Direktur Ford.

Ford pun telah melakukan konsultasi dengan beberapa Rumah Sakit untuk menentukan pola menjahit pakaian APD. Mereka juga telah melakukan sejumlah pengujian untuk memastikan bahwa produksnya memenuhi standard American Society for Testing and Materials (ASTM F3352-19) dan  Association for the Advancement of Medical Instrumentation (ANSI-AAMI PB70-2012).

Pakaian APD yang dibuat Ford ini merupakan bagian dari kerjasama mereka dengan 3M, GE, dan sejumlah mitra manufaktur lain untuk merespon pagebluk Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Hingga ini, sedikitnya sudah lebih dari 1 juta orang yang terkena virus ini dan Amerika Serikat menjadi salah satu negara dengan kasus terbesar di dunia. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar