Ferrari Terpaksa Tutup Sementara 2 Pabriknya Karena Wabah Corona

Berita Otomotif

Ferrari Terpaksa Tutup Sementara 2 Pabriknya Karena Wabah Corona

MARANELLO - Ferrari harus menutup sementara 2 pabriknya karena terimbas oleh wabah virus Corona.

Sebelumnya, Ferrari hanya menutup 2 museumnya dan masih memproduksi kendaraannya dengan normal. Mereka menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah tindakan pencegahan untuk mengindari penularan virus Corona.

Namun Ferrari akhirnya terpaksa melakukan penuntupan sementara kedua pabriknya sejak tanggal 14 hingga 27 Maret 2020. Langkah ini dilakukan karena semakin mewabahnya virus Corona di Italia serta semakin sulitnya supply kendaraan.

Bahkan, Ferrari mengaku bahwa saat ini mereka tengah mangalami masalah serius terkait rantai pasokan sehingga pihaknya tidak bisa melanjutkan produksi. Brembo dan Pirelli sebagai supplier komponen kendaraan Ferrari pun dikabarkan telah menghentikan produksi mereka.

Ditutupnya pabrik Ferrari ini tentunya akan mempengaruhi penjualan kendaraan dunia, khususnya Eropa. Namun, pemasalahan virus Corona memang terlalu besar untuk dipandang sebelah mata oleh Pemerintah Italia yang telah melakukan lockdown terhadap jutaan warganya.

Hingga berita ini dibuat, Italia masih menjadi negara dengan jumlah penderita Corona terbanyak nomor dua di dunia yakni 24.747 pasien. Dari jumlah tersebut, sudah ada 2.335 pasien sembuh dan 1.809 meninggal dunia. Sejumlah langkah dilakukan termasuk dengan melakukan lockdown di seluruh wilayah negaranya. Hal ini diyakini bisa menjadi langkah positif untuk menurunkan angka penyebaran virus Corona.

Langkah tersebut sedikit berbeda dengan Indonesia dalam menganggulangi wabah Corona. Pemerintah Indonesia menilai tidak perlu untuk melakukan lockdown meski sejumlah daerah sudah meningkatkan statusnya menjadi ‘Kejadian Luar Biasa’ guna menanggulangi wabah Corona.

Hingga saat ini, sudah ada 117 orang yang positif Corona di Indonesia dengan delapan orang diantaranya dinyatakan sembuh dan lima orang meninggal dunia. Total ada 104 kasus aktif dan salah satunya adalah Budi Karya, Menteri Perhubungan Republik Indonesia. [Adi/Ari]

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar