Ferari dan Maserati Coba Bertahan Meski Penyebaran Corona di Italia Makin Parah

Berita Otomotif

Ferari dan Maserati Coba Bertahan Meski Penyebaran Corona di Italia Makin Parah

TURIN - Industri otomotif Italia terus berjuang mempertahankan operasinya meski virus Corona mewabah begitu hebat di sana.

Italia sedang dilanda darurat Corona membuat pemerintah setempat mengisolasi bagian utara negerinya. Hal ini dikarenakan lonjakan kematian yang begitu tinggi akibat virus Corona. 

Dalam 2 hari ini tercatat 97 korban virus berkode Covid-19 meninggal dan kini total menjadi 463 orang. Angka ini menjadikan Italia sebagai negara tertinggi kedua dengan korban meninggal terbesar setelah China.

Pemerintah Italia sendiri selanjutnya memberlakukan aturan baru dengan menandai zona merah pada wilayah Lombardy di bagian utara Negeri Pizza tersebut. Wilayah ini meliputi kota-kota Milan, Veneto, Piedmont, Parma, Piacenza, Modena hingga Reggio Emilia. Aturan ini berlaku mulai minggu lalu (8 Maret 2020) dan akan berjalan hingga 3 April 2020.


Kekacauan akibat hal ini tentu berdampak pada semua bidang industri termasuk otomotif. Sampai berita ini dibuat, industri otomotif Italia masih berjuang untuk mempertahankan operasi mereka meski beragam aturan baru dikeluarkan pemerintah termasuk pembatasan perjalanan dan kegiatan publik.

Saat ini pabrikan seperti Maserati, Ferrari dan tiga pemasok suku cadang kendaraan saat ini bekerja di zona tersebut. Para eksekutif perusahaan-perusahaan tersebut mengarakan pada Autonews Eropa bahwa bisnis tetap akan berjalan hari ini karena sebagian besar dari mereka diberi kelonggaran untuk beroperasi.

Namun demikian, pemerintah menerapkan syarat khusus berupa dokumen yang mengizinkan karyawan untuk terus bekerja. Dengan ini pembatasan yang dilakukan pemerintah setempat tidak mengarah kepada pemblokiran kegiatan produksi, aktivitas kerja termasuk pemblokiran transportasi dan distribusi barang. 

Pihak Maserati sendiri mengatakan bahwa saat ini hanya staf penting yang akan bekerja di fasilitas mereka di daerah Modena. Sementara pekerja lain akan bekerja dari rumah. Di area ini, Maserati punya 1.350 karyawan di tiga fasilitas mereka dengan lokasi berbeda-beda.

Sedangkan Ferrari akan terus beroperasi selama terus mendapatkan komponen yang diperlukan dari pemasok. Pihak Ferrari menegaskan bahwa operasional mereka hingga saat ini masih berkesinambungan.

“Ferrari telah mengaktifkan semua langkah yang diperlukan untuk memungkinkan karyawan melakukan aktivitas kerja dalam kondisi terbaik. Dan karenanya, pada saat ini, jalanya operasional pabrik tergantung dari. Kontinuitas pemasok yang selalu berhubungan dengan kami,” kata pihak Ferrari.

Sejauh ini, FCA (Fiat Chrysler Automobile) pabrikan besar asal Italia yang baru saja meluncurkan Fiat 500e terhitung lebih beruntung karena semua pabriknya berada di luar area yang terkena pembatasan pemerintah Italia. Jadi sejauh ini belum ada masalah yang dilaporkan. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar