Esemka Tak Ada Kabar, Mobnas Vietnam Siap Caplok Pabrik Holden di Australia

Berita Otomotif

Esemka Tak Ada Kabar, Mobnas Vietnam Siap Caplok Pabrik Holden di Australia

MELBOURNE - VinFest lebarkan sayap ke Australia dan berencana mengakuisisi fasilitas bekas Holden.

VinFest melakukan langkah pertama untuk bermain di pasar Australia sudah dilakukan dengan membuka dealer akhir 2019. Langkah selanjutnya adalah mengakuisisi fasilitas bekas Holden, diawali dengan fasilitas desan dan teknik yang telah ditinggalkan General Motor (GM). 

Wakil CEO VinFast, Jim DeLuca saat diwawancara ekslusif oleh carsales.com.au sangat antusias dalam melakukan akusisi fasilitas ini. Secara diam-diam, VinFast juga telah memindahkan kantornya ke Port Melbourne Desember 2019 dan mendirikan VinFast Engineering Australia di sana.

DeLuca sendiri mengkonfirmasi juga niatnya  yakni mempekerjakan ratusan insinyur di pusat barunya. Ini kemungkinan termasuk insinyur-insinyur Holden yang kebetulan markas jauh yakni di Salmon St.

"Australia adalah pasar mobil maju, memiliki pemasok yang tersedia, keunggulan ini ingin dimanfaatkan VinFast. Dan VinFast Engineering Australia bertanggung jawab atas pengembangan produk untuk beberapa model mobil masa depan kami," kata Deluca.

Sejauh ini VinFast telah mempekerjakan banyak manajer otomotif Australia dalam beberapa waktu terakhir. Ini termasuk Shaun Calvert, Global Vice-President Manufacturing and Engineering VinFast yang merupakan mantan karyawan Holden dan GM dari 2001 hingga 2017.

Menarik memang mengikuti sepak terjang VinFast. Pabrikan mobil nasional Vietnam ini melakukan gebrakan yang tak tanggung-tanggung sejauh ini.

Pertama kali muncul dan mengejutkan pada 2018 dengan mengandeng bintang sepak bola David Beckham. Yang kemudian menampilkan 2 model masing-masing sedan dan SUV di Paris Motor Show 2018.

Pham Nhat Vuong selaku pemilik VinFast adalah seorang pengusaha Vietnam yang mengenyam pendidikan di Rusia. Memulai peruntungannya dengan berjualan mie di Ukraina, bisnisnya ini kemudian dijual kepada Nestle  seharga $ 150 juta atau sekitar Rp 2.1 triliun.

Pham selanjut kembali ke Vietnam sekitar tahun 1995 dan kemudian mendirikan Vingroup yang kini ditaksir memiliki aset hingga $ 35 miliar atau sekitar Rp 500 triliun. Kabarnya grup usaha yang bergerak di bidang real estate, industri kesehatan dan pendidikan ini telah menanamkan investasi sebesar $ 3.5 miliar atau sekitar Rp 50 triliun di VinFast.

Lalu bagaimana kabar Esemka ?. Mobil yang diklaim buatan Indonesia ini tak ada kabar beritanya setelah meluncurkan Esemka Bima pikup September 2019. Info tentang pabrikan yang berada di Boyolali, Jawa Tengah ini sendiri masih sangat sedikit, bahkan hingga kini belum memiliki situs resmi. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar