Ditendang dari Podium, Quartararo Salahkan Race Direction

Berita Otomotif

Ditendang dari Podium, Quartararo Salahkan Race Direction

MISANO – Fabio Quartararo menyudahi balapan di posisi ketiga, namun dirinya tidak diperbolehkan naik podium karena terkena penalti 3 detik.

Seperti diketahui bahwa penyelenggara balapan memberlakukan aturan baru untuk para rider. Seluruh pembalap dilarang untuk melintasi garis hijau yang berada di luar kerb. Dalam lomba, setiap pembalap akan dipantau oleh Race Direction.

Dengan memanfaatkan garis hijau, para pembalap akan diuntungkan karena bisa memacu motornya lebih kencang. Sejatinya garis hijau tersebut dibuat untuk memberikan keamanan pada pembalap saat melebar sehingga tidak langsung terjatuh.
Quartararo Didepak
Pada MotoGP Emilia Romagna 2020, Quartararo tercatat melintasi garis hijau lebih dari lima kali. Atas hal tersebut pembalap Perancis ini diberikan peringatan dan diwajibkan untuk melakukan long-lap penalti. Namun hal tersebut dihiraukan oleh sang pembalap.

Usai lomba, rider tim Petronas Yamaha tersebut mengaku tidak melihat peringatan dari Race Direction. Atas didepaknya dari posium ketiga, Quartararo melempar bola panas ke petugas lomba karena pesannya tidak sampai.

“Sangat disayangkan saya mendapat long-lap penalti, tapi Race Direction tidak mengirimkan saya pesan apapun. Jadi saya merasa kaget diberikan penalti 3 detik di akhir lomba. Normalnya ketika seorang pembalap melebar sebanyak 3 kali, Anda akan langsung diberi peringatan. Tapi saya tidak melihat adanya peringatan,” tegas Quartararo.

Ia menyarankan agar Race Direction untuk memberikan peringatan dengan cara lainnya. Misalnya melalui monitor TV besar, namun Ia menyadari bahwa tidak semua pembalap sempat untuk melihat TV.
Quartararo didepak dari podium
Pembalap masa depan Yamaha tersebut mengatakan bahwa kesalahan ada pada pengawas lomba. Meskipun dirinya mengakui telah berbuat kesalahan, namun pesan yang disampaikan tidak terlihat olehnya.

“Saya tidak menerima pesan apapun, kami mencoba semua sistem seperti radio dan semacamnya. Namun pada akhirnya itu bukanlah sistem komunikasi yang baik dari sisi mereka. Saya melihat dashboard setiap tiga lap, tapi dalam kasus ini saya tidak bisa berkata apa-apa lagi,” tuturnya kemudian. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar