Diskon Toyota Saat Pandemi Diklaim Tak Jauh Beda dari Sebelumnya

Berita Otomotif

Diskon Toyota Saat Pandemi Diklaim Tak Jauh Beda dari Sebelumnya

JAKARTA – Toyota mengaku tak jor-joran dalam hal diskon selama masa pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

Anton Jimmi Suwandy selaku Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM) mengklaim diskon mobil-mobil mereka mereka selama masa pandemi tak jauh beda dengan sebelum pandemi. Alasannya, aku Anton, karena Toyota ‘tidak punya tekanan menghabiskan stok di dealer’.

“Kami me-manage kondisi suplai agar stok tidak terlalu terlalu besar. Pada Agustus, stok di dealer sudah setara 1 bulan atau malah di bawahnya. Tidak ada tekanan flush out (cuci gudang/habiskan stok—Red),” ucap dia dalam diskusi virtual KompasTalks pada akhir pekan lalu.


Menurutnya, besaran diskon juga bukan masalah utama para konsumen saat ini. Bagi mereka, khususnya yang masih bergantung terhadap pembelian kredit, yang paling penting adalah kemudahan pembiayaan.

“Dari sisi DP (Down Payment/uang muka) bagaimana kami bisa memberinya. Approval atau persetujuan kredit dipermudah atau tidak. Cicilannya berapa besar. Karena itu, suku bunga kredit penting. Bagi mereka adalah total ownership cost-nya berapa,” papar Anton.

Toyota, lanjut dia, fokus pada hal itu. Melalui value chain (rantai nilai) Toyota dan Grup Astra, merek asal Jepang itu merancang beberapa program penjualan di masa pandemi.


“Melalui dukungan perbankan dan leasing, khususnya kalau kami TAF dan ACC, kami memberi keringanan misalnya di suku bunga. Contohnya ada suku bunga Spekta bagi hampir semua model sebesar 3,7 persen. Bahkan, untuk beberapa model bisa 1,9 persen. Angka ini saya rasa belum pernah muncul di tengah pandemi. Lalu, untuk Deal Cermat, 30 persen lebih ringan lagi dari suku bunga 3,7 persen tadi,” terangnya.

Pandemi Covid-19 diketahui menerpa Indonesia sejak Maret 2020. Perekonomian dan pada akhirnya pasar otomotif terpukul, sampai-sampai target penjualan mobil 2020 direvisi dari 1,1 juta unit menjadi 600 ribu unit--turun lebih dari 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Stok di dealer berbagai merek disebut-sebut sampai menumpuk khususnya pada kuartal kedua 2020.


Daya beli konsumen pun jatuh. Eksekutif Daihatsu Indonesia, pada kesempatan berbeda beberapa waktu lalu, menilai diskon besar pun percuma dalam kondisi seperti ini.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bersama Kementerian Perindustrian sedang mengajukan pembebasan atau pemangkasan pajak mobil baru demi mendorong daya beli. Gaikindo mengakui kemungkinan besar target 600 ribu unit bisa direvisi lagi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama

Xpander Edisi Khusus yang Makin Greget

Xpander Edisi Khusus yang Makin Greget

Video
Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia meluncurkan Xpander Black Edition dan Xpander Cross Rockfort Fosgate Black Edition yang tampil lebih ...

Komentar