Dirlantas Polda Metro Jaya Larang Anggotanya Kawal Konvoi Kendaraan

Berita Otomotif

Dirlantas Polda Metro Jaya Larang Anggotanya Kawal Konvoi Kendaraan

JAKARTA – Polda Metro Jaya resmi melarang kepada anggotanya untuk melakukan pengawalan terhadap konvoi kendaraan.

Hal ini disampaikan oleh Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yugo. Larangan pengawalan ini berlaku untuk seluruh kendaraan mulai dari konvoi motor gede (moge), mobil mewah, hingga pesepeda.

“Ini kebijakan Dirlantas Polda Metro Jaya melarang anggota saya mengawal moge, mengawal mobil-mobil mewah, dan mengawal pesepeda. Berlaku untuk kegiatan apa pun, kecuali untuk memang mereka kegiatan olahraga. Ada event olahraga, yang memang itu atlet ya itu kita kawal,” terang Kombes Sambodo.” kata Sambodo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/3).

Sambodo menuturkan, alasan mereka mengeluarkan aturan tersebut karena konvoi dengan pengawalan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.

“Karena pengawalan yang dilakukan polisi itu sering menimbulkan kecemburuan masyarakat, oleh sebab itu saya melarang anggota saya untuk mengawal motor besar, mengawal mobil mewah, dan rombongan pesepeda,” ujar Sambodo.

Kebijakan ini dikeluarkan setelah viralnya mobil Porsche yang terpisah dari rombongan kemudian di tilang di exit tol Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Mereka menyebut telah dikawal oleh Dishub dan Polisi Militer.  Terkait hal itu, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengingatkan, pengawalan kendaraan hanya boleh dilakukan kepolisian.

“Nah, dalam pengawalan terkadang memang harus hentikan kendaraan orang lain, itulah sebabnya kemudian pengawalan itu kewenangan Polri,” tegasnya kemudian.

Sambodo menambahkan, instansi lainnya bisa melakukan pengawal tentu untuk kondisi tertentu yang diatur undang-undang. Misalnya untuk pengawalan Presiden dan Wakil Presiden.

“Dan petugas lainnya yang diberikan dalam undang-undang misalnya seperti pengawalan Presiden dan Wapres dari Pom TNI kan terlibat,” ujar Sambodo.

Bantah Ugal-ugalan

Porsche

Pengendara mobil Porsche yang diberhentikan tersebut merupakan salah satu anggota dari komunitas DNC Car Club. Dalam video klarifikasinya, mereka membantah telah berkendara ugal-ugalan karena kondisi jalan sedang padat. Tak hanya itu, mereka juga mengaku telah mendapatkan pendampingan dari Polisi Militer (PM) dan Dishub sebagai pengarah serta penjaga ketertiban.

“Pada 12 Maret 2021, kami mengadakan touring bersama keluarga besar DNC menuju Aston Sentul untuk makan pagi bersama 25 mobil yang didampingi oleh Polisi Militer (PM) dan Dishub sebagai pengarah dan penjaga ketertiban. Seluruh protokol dan arahan telah diikuti terutama ketika jalan tol sangat padat pada jam 08.30 pagi. Bahwa adapun salah satu mobil member kami Sdr STEVEN (@stevenn.sns) yang dihentikan petugas atas dugaan "ugal-ugalan" dan kemudian telah diselesaikan secara prosedural,” tulis caption video tersebut.

Mereka pun menyebut telah terjadi kesalahpahaman karena petugas PJR tidak mengetahui bahwa DNC touring sudah didampingi oleh Polisi Militer dan Dephub. Padahal, pendampingan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas.

“Perlu kami sampaikan bahwa Kegiatan touring yang kami lakukan adalah kegiatan umum yang juga sering dilakukan oleh komunitas otomotif lainnya dan dapat kami pastikan DNC turut mendukung Petugas PJR untuk menjaga ketertiban di jalan raya khususnya jalan Tol di Indonesia,” pungkas mereka. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar