Dikenakan Pajak Mulai Bulan Depan, Siap-siap Harga LCGC Naik

Berita Otomotif

Dikenakan Pajak Mulai Bulan Depan, Siap-siap Harga LCGC Naik

JAKARTA – Jika tidak ada perubahan, mulai pertengahan Oktober 2021 tarif pajak mobil resmi dirombak. Salah satu dari sekian banyak perubahannya kelak adalah model-model LCGC tidak lagi bebas Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Sekadar mengingatkan, LCGC (low cost green car/mobil murah ramah lingkungan) merupakan segmen mobil-mobil kompak bermesin kecil dan irit bahan bakar yang diinisiasi pemerintah sejak 2013.

Sejak itu hingga detik ini, model-model LCGC mendapatkan PPnBM 0 persen sehingga berbanderol lebih murah. Adapun para ‘pemain’ di dalamnya saat ini ialah Toyota Agya, Toyota Calya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, Honda Brio Satya, Suzuki Karimun Wagon R.

Namun, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019, regulator menetapkan tarif pajak terbaru bagi seluruh jenis mobil. Regulasi yang rencananya berlaku mulai 16 Oktober 2021 tersebut mengatur PPnBM mobil listrik dan merevisi PPnBM mobil konvensional.

LCGC Toyota Calya

Model-model LCGC akan dikenakan tarif PPnBM 3 persen, bukan lagi 0 persen. Meski begitu, besarannya masih di bawah mobil-mobil konvensional non-LCGC yang dimulai dari 15 persen.

Pajak PPnBM LCGC juga masih ada di kisaran yang sama dengan PPnBM untuk mobil mild hybrid, hybrid, plug-in hybrid (PHEV), serta mobil listrik murni yang ada di rentang 0-12 persen.

Pelaku industri mengakui kebijakan ini akan berdampak pada harga jual.

“Salah satu unsur pembuatan harga adalah besaran pajak di dalamnya. Tentunya bisa terjadi perubahan pajak, maka akan mempengaruhi harga jualnya,” terang Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT. Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy kepada Mobil123.com via pesan singkat baru-baru ini.

LCGC Honda Brio Satya

Billy mengaku belum memperhitungkan besaran kenaikan harga LCGC mereka, Brio Satya. Di sisi lain, ia menjelaskan kalau para konsumen segmen ini terbilang cukup sensitif terhadap koreksi banderol, sehingga penjualan model-model di dalamnya kelak bisa terpengaruh.

“Para konsumen di segmen LCGC memang masih melihat harga sebagai salah satu faktor penting untuk pembelian dan oleh karena itu kebijakan yang mempengaruhi harga berpotensi memberikan dampak pada penjualan,” paparnya.

“Meski demikian, kami juga melihat bahwa konsumen saat ini lebih kritis dalam memilih. Bukan hanya melihat harga, tetapi juga performa, teknologi, fitur, serta nilai lebih selama operasional, purnajual, maupun harga jual kembali,” tutup Billy. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar