DFSK: Strategi Jitu Atasi Trauma Produk Otomotif China

Berita Otomotif

DFSK: Strategi Jitu Atasi Trauma Produk Otomotif China

JAKARTA – PT Sokonindo Automobile, APM dari DFSK di Indonesia mengakui bahwa mereka harus berjuang keras agar dapat menghilangkan trauma masyarakat terhadap brand-brand Cina sebelumya.

Alexander Barus, CO-CEO PT Sokonindo Automobile mengatakan bahwa dirinya tengah berusaha untuk ‘mengobati luka’ tersebut. Untuk itu, mereka melakukan sejumlah strategi yang sangat berbeda bila dibandingkan brand China lain.

“Konsumen itu sudah terluka dengan kondisi dulu seperti sepeda motor dan beberapa mobil yang diimpor namun tidak ada aftersales. Kami paham konsumen tidak percaya (dengan brand Cina), karenanya kami beri garansi tujuh tahun atau 150.000 km untuk DFSK Glory 580,” ungkapnya pada media.

Selain garansi, aftersales pun menjadi perhatian utama. Karena itulah pihaknya melakukan pelatihan khusus kepada para calon mekanik guna memberikan layanan yang terbaik pada pelanggan. Dengan strategi ini, ditambah investasi besar yang sudah dilakukan, maka dirinya menegaskan bahwa DFSK akan lebih serius di Indonesia.

“Apa mungkin kami meninggalkan investasi USD 150 juta? Tidak mungkin. Kami bahkan sudah berencana pun lebih berkembang lagi ke depan. Kalau diijinkan, kami ingin membangun pabrik mesin di sini, paling tidak, assembling dulu,” pungkasnya.

DFSK saat ini telah hadir dengan dua pilihan kendaraan yaitu DFSK Glory 580 untuk mobil penumpang dan DFSK Super Cab untuk pilihan kendaraan komersial. Khusus untuk DFSK Glory 580, akan mendapat beragam keunggulan termasuk garansi 7 tahun. Mobil yang duduk di segmen SUV tersebut bahkan berhasil menyabet dua penghargaan di IIMS sebagai SUV terbaik dan mobil dengan jumlah test drive terbanyak. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar