Test Drive Datsun Cross di Bentang Alam Yogyakarta

Review

Test Drive Datsun Cross di Bentang Alam Yogyakarta

YOGYAKARTA – Datsun Cross meninggalkan beragam impresi setelah Mobil123.com membawanya melibas bentang alam dan situasi jalan Yogyakarta.

Setelah mencicipi Cross secara singkat di Bridgestone Proving Ground, Kawarang pada Maret 2018, Mobil123.com bersama media massa lainnya berkesempatan untuk bergaul lebih lama dengannya selama dua hari pada 2 – 3 Mei di Yogyakarta. Berbagai kondisi dilalui, mulai dari lalu lintas perkotaan relatif padat sampai perbukitan dengan jalur meliuk untuk menuju Pantai Ngandong, Wonosari.

Kesan Eksterior dan Interior
Mari mulai dari aspek eksterior. Satu hal yang keren dari tampilannya ada di sisi depan, khususnya desain lampu depan proyektor LED yang berpadu manis dengan lampu kabut bulat. Lampu depan Cross dapat diatur untuk menyala otomatis saat malam atau saat kondisi gelap.

Pelek Cross pun sudah berdesain lebih oke ketimbang Go maupun Go+ Panca, dengan ukuran lebih besar yaitu 15 inchi. Tapi, di luar itu, mobil yang berbasis sama dengan Go+ Panca tersebut benar-benar serupa sang kakak dan hanya dibedakan lewat aksesoris-aksesoris tambahan di berbagai sisi semisal body skirt, roof rail, rear spoiler.

Kualitas bodi, ‘rasa’ ketika membuka dan menutup pintu sama pula antara Cross dengan Go+ Panca. Pintu bagasi juga tidak bisa dibuka langsung, melainkan lewat tuas yang terdapat di sisi kanan bawah pengemudi.

Ruang kaki maupun ruang kepala di baris pertama serta baris kedua Cross sama leluasanya dengan Go+ Panca. Baris ketiga yang hanya nyaman dinaiki oleh anak-anak selama dua hari perjalanan terus dilipat demi memberikan ruang bagasi bagi barang-barang bawaan.

Interior Cross telah dilengkapi sistem infotainment berupa Head Unit layar sentuh 7 inchi yang bisa dihubungkan dengan smartphone lewat Bluetooth atau kabel AUX untuk memainkan audio, video, maupun telepon.


Di samping itu, Head Unit bisa pula memainkan musik dari USB. Kelebihan lain Cross ialah kabin yang jauh lebih senyap ketimbang Go+ Panca karena sudah mendapatkan insulasi tambahan di banyak sudut.

CVT dan VDC
Bicara performa, Cross patut mendapat pujian dalam kondisi stop and go di jalur padat perkotaan karena tarikannya di putaran bawah responsif. Padahal, yang dijajal bukan tipe transmisi manual melainkan transmisi otomatis X-Tronic CVT generasi termutakhir yang baru dipakai di Nissan Micra.

R&D Manager PT. Nissan Motor Indonesia (NMI) Anton Khristanto mengklaim girboks tersebut merupakan CVT pertama di dunia dengan sub-planetary gear. Sebagai efeknya, rentang rasio lebih luas, bahkan lebih luas dari transmisi otomatis 8-percepatan milik mobil premium, sehingga akselerasi sangat halus dan memerlukan usaha lebih sedikit. Responsivitasnya sendiri didapat dari setelan pada sistem kontrolnya yang dibuat lebih sensitif terhadap pedal gas.

Adapun tarikan di putaran menengah serta atas dari mobil bermesin 1.2 l liter, DOHC, tiga silinder itu terbilang standar. Tetapi, kekurangan ini dibantu oleh mode Sport maupun gigi L (Low) yang digunakan ketika menanjak maupun saat menyalip.

Dengan ground clearance 200 mm, body roll Cross rigid dan tak limbung. Anton menjelaskan bahwa untuk mencapai hal itu suspensi diutak-atik cukup banyak. Berbagai bagian mulai dari shock absorber, bushing, valve suspensi, bushing, hingga geometri dimodifikasi.

Fitur Vehicle Dynamic Control (VDC) menjadikan Cross terasa mencengkram aspal jalan di jalur penuh liukan ketika melewati wilayah Wonosari. Anton memaparkan VDC berfungsi mencegah potensi oversteer maupun understeer pada Cross. VDC mencakup sensor pada keempat kaki-kaki plus kinerja serangkaian fitur yaitu Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake-force Distribution (EBD), Traction Control, dan Brake Limited Slip Differential. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar