Datsun 7 Days Challenge : Pantai Ngobaran dan Pantai Nguyahan Indahnya Anti Mainstream

Review

Datsun 7 Days Challenge : Pantai Ngobaran dan Pantai Nguyahan Indahnya Anti Mainstream

GUNUNG KIDUL – Untuk beberapa orang, mungkin berlibur ke Yogyakarta sudah mainstream. Namun kami sadar bahwa ada banyak lokasi wisata di kota Pelajar tersebut yang sebenarnya belum banyak dijamah.

Salah satunya adalah pantai Ngobaran dan pantai Nguyahan  yang terletak di kawasan Gunung Kidul. Kedua pantai tersebut letaknya bersebelahan dan memiliki pesona alam yang berbeda satu sama lain.

Lantas keindahan apa sebenarnya yang tersembunyi dari pantai tersebut? Tim ‘Datsun 7 Days Challenge’ langsung menuju ke lokasi. Perjalanan masih dilakukan dengan menggunakan Datsun Go Panca dan Datsun Go+ Panca yang masih belum dimatikan mesinnya sejak hari pertama. Membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dari pusat kota Yogyakarta.

Rute menuju ke lokasi terbilang cukup menarik. Menantang karena harus melintasi jalan perbukitan di gugus selatan Yogjakarta yang memiliki karakter jalan tanjakan dan turunan berliku serta badan jalan pas untuk 2 mobil. Namun menyenangkan karena kondisi aspal terbilang mulus dan pemandangan alam yang indah sepanjang perjalanan.

Tiba di pantai Ngobaran kami seperti deja vu. Pemandangan seputar pantai mirip dengan yang ada di pulau Bali. Gugus pantainya terbilang terjal dan terdapat Pura di bibir tebing.

“Dinamakan pantai Ngobaran karena menurut legenda, di sinilah lokasi Raja Kerajaan Majapahit terakhir, Prabu Brawijaya V membakar dirinya. Ngobaran itu sendiri diambil dari kata ‘kobong’ atau ‘kobaran’ yang artinya terbakar,” ungkap salah satu penjaga pantai di sana.

Prabu Brawijaya V membakar dirinya sendiri setelah melarikan diri dari istana bersama 2 orang istrinya karena menolak untuk masuk agama Islam oleh Raden Fatah, putera kandungnya sekaligus raja Demak I. Saat menemui jalan buntu, Ia pun memutuskan untuk membakar dirinya sendiri di salah satu puncak tebing.

Pantai Ngobaran adalah pantai dengan tebing tinggi dan baru-batu curam. Meski pemandangannya bagus, namun pengunjung tidak bisa turun terlalu dekat dengan pantai mengingat ombak yang cukup tinggi.

Sementara itu Pantai Nguyahan terbilang lebih ramah untuk pengunjung karena memiliki bibir pantai yang lebih landai dan tertutupi pasir putih. Namun, ombak di pantai tersebut cukup tinggi sehingga pengunjung tidak bisa terlalu jauh turun ke pantai.

Meski bukan wisata baru, namun pamor dari pantai Ngobaran dan pantai Nguyahan belum sehebat pantai Parangtritis. ‘Kekalahan’ ini justru berhasil membuat pantai terasa lebih nyaman untuk disinggahi khususnya bersama keluarga. 

"Tapi sebentar lagi akan dibuat akses jalan yang lebih baik menuju pantai ini. Beberapa investor pun mulai berdatangan dan mulai melakukan pembasan tanah untuk dibuat hotel dan fasilitas hiburan lainnya. Dalam waktu dekat lokasi pariwisata pantai di sini tak kalah dengan yang ada di Bali," jelas petugas pantai tadi. [Adi/Ari/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support