Datsun 7 Days Challenge: Nikmati Keindahan Situ Patenggang

Review

Datsun 7 Days Challenge: Nikmati Keindahan Situ Patenggang

BANDUNG – Salah satu wilayah di Jawa Barat yang terkenal akan keindahan alamnya adalah CIwidey, Kabupaten Bandung. Di daerah ini, orang lebih mengenal objek wisatanya yaitu Kawah Putih. Namun, jika anda meneruskan perjalanan sedkit lebih jauh, maka Anda bisa menemukan tempat wisata lain yaitu Situ Patenggan.

Situ Patenggang sendiri juga bisa biasa dikenal dengan Situ Patengan. Keduanya memiliki arti berbeda, namun memiliki makna yang mirip. Situ Patengan diambil dari nama desa di sana dan memiliki arti saling mencari. Sementara nama Situ Patenggang berasal dari Bahasa Sunda yang artinga terpisah oleh jarak.

Nama tersebut diambil dari kisah cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis. Ki Santang adalah keponakan dari Prabu SIliwangi, raja kerajaan Padjajaran yang arif dan bijaksana. Sementara Dewi Rengganis hanyalah sorang gadis dewa biasa. Sayangnya cinta mereka terhalang oleh jarak yang sangat jauh.

Namun, karena cinta mereka yang demikian besar, mereka pun saling mencari satu sama lain. Pencarian pun berakhir saat mereka bertemu di sebuah batu besar. Batu tersebut kini diberi nama batu cinta. Tak hanya itu, Dewi Rengganis pun meminta Ki Santang untuk membuatkan sebuah danau yang terdapat pulau di tengahnya. Pualu tersebut kini diberi nama pulai Sasuka atau Pulau Asmara.

Awalnya, Situ Patenggang adalah bagian dari cagar alam atau Taman Nasional. Sayangnya, pada tahun 1981 pengembangan dilakukan secara besar-besaran sehingga merubah status Situ Patenggang menjadi hanya taman wisata alam.

Namun, pengembangan tersebut berhasil membawa masyarakat menjadi lebih mengenal lokasi ini. Keindahannya pun tidak kalah dengan Kawah Putih yang sudah tersohor. Inilah yang membawa tim ‘Datsun 7 Days Challenge’ tertarik untuk menuju kesana.

Berangkat dari Bandung, perjalanan ditempuh dengan waktu yang cukup lama. Hal ini disebabkan karena kemacetan yang terjadi akibat pasar tumpah dan persimpangan tanpa rambu lalu lintas. Akibatnya, perjalanan yang seharusnya ditempuh dalam kurang dari 2 jam menjadi lebih dari 3 jam.

Jalanan untuk menuju kesana juga terbilang menantang. Jalan lebar hanya sampai di Kawah Putih, namun selepas itu, jalanan menjadi lebih sempit. Medannya juga berliku dan memiliki beberapa tanjakan curam. Untuk itulah kami harus meningkatkan kewaspadaan.

Sepanjang perjalanan terhampar kebun teh yang luas dan menyegarkan mata. Tikungan jalan sebenarnya cukup mentang namun berkat pemandangan indah justru menjadikan jalan terlihat indah.

Stabilitas Datsun tergolong mampu untuk mengimbangi tikungan-tikungan yang Anda. Namun yang perlu diingat adalah untuk selalu mengontrol batas kecepatan, tikungan-tikungan tajam dengan ukuran badan yang kecil membuat gerak mobil menjadi kurang leluasa. [Adi/Ari/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual