Daihatsu Masih Percaya Diri Meski Bunga Kredit Naik

Berita Otomotif

Daihatsu Masih Percaya Diri Meski Bunga Kredit Naik

SERPONG – Daihatsu mengaku masih percaya diri mencapai target penjualan pada tahun ini meski bunga kredit mobil hampir pasti naik karena dipicu oleh peningkatan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI Rate).

Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengakui bahwa kenaikan BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen pada akhir Mei akan mempengaruhi bunga kredit kendaraan bermotor, khususnya mobil. Namun, ia menilai bahwa kenaikan sejumlah itu ‘masih oke’ dan tidak terlalu berpengaruh ke penjualan.

“Bedanya enggak terlalu. Kredit per bulannya paling bertambah beberapa ribu rupiah saja karena kan tenornya lima tahun,” jelas Amelia menanggapi pertanyaan Mobil123.com, beberapa waktu lalu di Serpong, Tangerang.

Adapun target Daihatsu pada tahun ini ialah mencapai pangsa pasar 17 persen di pasar otomotif nasional. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproyeksikan transaksi jual-beli roda empat tahun ini mencapai 1,1 juta unit atau tak jauh berbeda dibanding tahun lalu yang 1,079 juta unit.

Sebagai informasi, pada Mei lalu, BI rate naik dua kali. Sebelum menjadi 4,75 persen, suku bunga acuan juga sudah dinaikkan terlebih dahulu sebesar 25 basis poin.

Runyamnya, BI rate diproyeksikan bakal naik lagi akhir Juni ini. Sebabnya karena meningkatnya suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Fed Fund Rate menjadi 1,75 -2 persen pekan lalu.

Mayoritas penjualan Daihatsu sendiri disokong oleh kredit. Marketing and CR Division Head PT. Astra International-Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso memperkirakan bahwa sekitar 80 persen pembeli Daihatsu menggunakan jasa perusahaan pembiayaan dan hanya 20 persen yang membeli secara tunai.

“Cukup tinggi persentasenya. Dari sini bisa langsung dilihat profil dari konsumen Daihatsu,” ujarnya setelah berbicara mengenai Daihatsu Sigra mengalahkan Daihatsu Xenia.

Menurut dia, persentase tersebut, kalau pun nantinya naik, tidak akan jauh berbeda dari sekarang. Angka 80 persen ia anggap sudah merupakan klimaks.

“Kalau pun menjadi lebih tinggi paling hanya sedikit saja, 82 persen misalnya. Setelah itu turun lagi. Jadi enggak sampai terus naik mendekati 90 persen,” tandas Hendrayadi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support