Di Tengah Pandemi, Laba Bisnis Otomotif Grup Astra Meroket 362%

Berita Otomotif

Di Tengah Pandemi, Laba Bisnis Otomotif Grup Astra Meroket 362%

JAKARTA – Pandemi Covid-19 memang belum usai. Akan tetapi, profit yang digenggam PT. Astra International (Grup Astra) dari bisnis otomotif pada semester satu 2021 sudah meroket.

Laba bersih Grup Astra dari seluruh bisnis otomotif, menurut keterangan resmi, mencapai Rp3,3 triliun pada Januari-Juni 2021. Raihan tersebut naik 362 persen ketimbang capaian periode sama tahun lalu (year on year/yoy) yang cuma Rp716 miliar.

Menurut mereka, pelonjakan ini disebabkan oleh dampak negatif pandemi terhadap kinerja divisi otomotif pada kuartal kedua tahun lalu dan langkah-langkah penanggulangannya, juga berkat peningkatan volume penjualan kendaraan pada paruh pertama tahun ini.

Apalagi, di sektor roda empat terdapat insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil yang berkapasitas mesin 1.500 cc ke bawah sejak Maret dan pada April bagi mobil dengan kapasitas mesin 1.501-2.500 cc.

SUV Toyota Raize

Seluruh lini bisnis grup multibisnis raksasa Indonesia ini memang menunjukkan perkembangan signifikan.

Di bidang penjualan mobil, transaksi jual-beli dari merek-merek yang ditangani Grup Astra tumbuh 50 persen yoy menjadi 210 ribu unit.

Sementara, penjualan mobil baru secara nasional di periode yang sama melonjak 51 persen menjadi 393 ribu unit.

Pangsa pasar grup astra relatif stabil di 53 persen.

“Delapan model baru dan enam model revamped telah diluncurkan pada semester pertama 2021,” tulis Grup Astra dalam keterangan resminya.

Dari sektor penjualan sepeda motor, Grup Astra yang membawahi merek Honda berhasil mencatatkan volume 1,9 juta unit. Volumenya lebih besar 29 persen yoy.

Ini tak jauh dari kenaikan penjualan pasar motor nasional yang mencapai 30 persen menjadi 2,5 juta unit. Pangsa pasar Honda masih amat kuat dan stabil di kisaran 75-76 persen.

“Empat model baru dan tujuh model revamped telah diluncurkan pada semester pertama 2021,” lanjut mereka.

sepeda motor Honda CB150 Verza 2021

Bisnis komponen kendaraan, yang dijalankan melalui PT. Astra Otoparts, membukukan laba bersih Rp267 miliar. Padahal, pada semester pertama tahun lalu mereka mengalami rugi bersih Rp296 miliar.

“Capaian laba bersih terutama disebabkan peningkatan pendapatan dari segmen pabrikan (original equipment manufacturer) dan pasar suku cadang pengganti (replacement market),” tandasnya.

Hasil positif di bisnis otomotif turut mengantar Grup Astra meraih total laba bersih Rp8,8 triliun dari seluruh lini bisnis mereka. Jika memasukkan faktor penjualan saham Bank Permata, ada penurunan 22 persen yoy dari torehan tahun lalu yang Rp11,37 triliun.

Namun, jika mengeluarkan faktor itu, performa Januari-Juni tahun ini melonjak 61 persen yoy dari sebelumnya Rp5,49 triliun. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar