Catatan Test Drive Mitsubishi Xpander Cross di Pulau Lombok

Review

Catatan Test Drive Mitsubishi Xpander Cross di Pulau Lombok

LOMBOK - Mitsubishi Xpander Cross dicoba untuk melewati beragam kondisi jalan dan berikut catatan perjalanannya.

Mobil123.com berkesempatan untuk menjelajah Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat dalam rangka mengujicoba 4 SUV andalan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). Dan salah satunya adalah Xpander Cross.

Pulau Lombok sendiri punya karakter jalan yang beragam dan rasanya cukup mewakili kondisi di Indonesia secara umum. Mulai jalan-jalan datar lurus, menanjak dan turunun berliku hingga jalan non aspal serta berbatu.


Secara umum, Xpander Cross memiliki banyak kesamaan dengan Xpander reguler. Termasuk saat Mobil123.com berada di balik kemudinya, rasanya seperti mengalami deja vu.

Mobil123.com coba menyoroti sedikit perbedaan yakni Xpander Cross sedikit lebih tinggi dibandingkan Xpander. Memang secara spesifikasi, ground clearence Xpander Cross lebih tinggi 25 mm atau 2.5 cm dibandingkan Xpander dengan 200 mm, serta ukuran lingkar roda 215/55 R17 sementara Xpander 205/55 R16.

Pertanyaannya, apakah dengan dimensi lebih tinggi, Xpander Cross menjadi lebih limbung karena efek bodyroll ?. Dan ternyata jawabannya sama sekali tidak.

Pembuktian pertama dilakukan saat melewati jalur-jalur perkotaan di wilayah Lombok Tengah menuju Lombok Barat. Mobil123.com mencoba membawa Xpander Cross melakukan sedikit manuver berpindah jalur dalam kecepatan rata-rata 60 km/jam, hasilnya tergolong baik. 


Gejala bodyroll nyaris tak terasa. Apalagi, seperti versi reguler, Xpander Cross punya rancang bangun dengan wheel track atau jarak sumbu roda kanan dan roda kiri cukup lebar. Ini tentunya menjadi poin positif dari sisi stabilitas.

Catatan yang Mobil123.com petik adalah setting suspensi Xpander Cross tampak sedikit lebih rigid dibandingkan Xpander reguler. Dalam titik ini, para engineer Mitsubishi mencoba mendapatkan toleransi terbaik tentunya agar mobil tetap nyaman dan mantap dikendarai. Jadi punya tongkrongan lebih tinggi namun tetap tidak limbung.

Bantingan yang sedikit lebih rigid juga terasa saat melewati jalan pasir berbatu saat ingin menggapai puncak bukit Marese dari Kuta Mandalika. Namun secara umum dirasa tidak mengganggu kenyamanan kabin.


Stabilitas Cross juga teruji saat Xpander Cross bergerak menuju Gunung Rinjani dengan karakter jalan pegunungan berliku, padat serta ruas jalan yang tergolong sempit. Mobil dengan mudah dikendalikan, koreksi stir praktis jarang dilakukan meski kadang mobil dipaksa berakselerasi sebelum masuk melewati tikungan.

Dari sisi sumber tenaga, karena sama-sama menggunakan mesin berkode 4A91 1.5-L MIVEC DOHC 16 Valve dan transmisi otomatis 4-kecepatan, karakter Xpander Cross dengan Xpander relatif sama. Agar dapat berakselerasi maksimal adalah selalu menjaga putaran mesin. Jika bisa menjaga putarannya di 2.500-3.000 rpm, tenaga akan langsung Anda dapatkan saat menginjak gas lebih dalam.

Catatan lainnya yang Mobil123.com petik adalah jika Cross berarti bisa digunakan untuk perkotaan dan non perkotaan, mengapa ukuran lingkar roda (pelek) Xpander Cross harus naik menjadi 17 inci ?. 

Menurut Mobil123, rasanya lebih pas jika lingkar roda tetap 16 inci sama seperti versi reguler namun ketebalan ban yang ditambah. Dengan komposisi ini tentunya akan lebih nyaman lagi terlebih saat dibawa melintasi jalan-jalan non aspal dan berbatu. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support